Bahaya! Puluhan Balon Ilegal Muncul di langit Pekalongan

Warga dan komunitas balon menerapkan aturan balon udara yang benar saat sosialisasi di Lapangan Mataram, Pekalongan, Selasa (5/6 - 2018). (Antara / Harviyan Perdana Putra)
22 Juni 2018 15:32 WIB Alif Nazzala Rizqi Nasional Share :

Solopos.com, SEMARANG -- Airnav Indonesia menemukan puluhan balon udara yang diterbangkan secara ilegal. Temuan tersebut, berada di langit Kabupaten Pekalongan pada perayaan syawalan hari ini, Jumat (22/6/2018).

"Dari hasil pengamatan kami, masih banyak balon udara yang diterbangkan secara liar oleh warga di semua kecamatan Pekalongan. Jumlahnya mungkin ada puluhan buah. Padahal, sesuai Peraturan Menteri No 40/2018, menerbangkan balon udara bisa membahayakan aktivitas penerbangan," kata Kepala Divisi Perencanaan Strategi Keuangan dan Investasi Perusahaan Airnav Indonesia, Kristanto Jumat (22/6/2018).

Kristanto menyayangkan, sikap dari warga Kabupaten Pekalongan yang menerbangkan balon udara tanpa izin. Seharusnya warga mengikuti aturan yang ditetapkan oleh Airnav mengenai aturan penerbangan.

Peraturan Menteri itu menyatakan balon udara sudahg tak boleh lagi diterbangkan. Demi menjaga keselamatan penerbangan, saat puncak Syawalan 1439 Hijriyah Airnav mengeluarkan imbauan untuk menambatkan balon udara dengan ketinggian maksimal 15 meter dari permukaan tanah.

Sementara itu, untuk perayaan Syawalan di Pekalongan, Airnav bersama Kementerian Perhubungan menggelar Festival Balon Udara selama dua hari mulai 21 Juni dan puncaknya berakhir pada 22 Juni hari ini. Lokasi festival dipilih di Lapangan Kuripan Kota Pekalongan.

"Sesuai PM 40, balon udara yang diikutsertakan dalam festival berukuran 4 meter dengan tinggi 7 meter serta ditambatkan dengan tali sepanjang 15 meter," ujarnya. Festival Balon Udara Pekalongan diikuti 31 peserta sebagai edukasi dan pengganti pelepasan balon udara liar.

Kristanto menuturkan untuk menyikapi maraknya penerbangan balon udara secara liar, Kristanto memastikan aparat gabungan Polresta Pekalongan bersama polsek-polsek menggelar razia di tiap kecamatan.

Razia ditujukan kepada warga agar menghentikan penerbangan balon udara. Tak menutup kemungkinan pula akan ada penyitaan balon udara bila ada yang melanggar.

Tokopedia