Terdakwa Otak Bom Thamrin Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

Terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Jumat (22/6/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
22 Juni 2018 11:55 WIB Sholahuddin Al Ayyubi Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Terdakwa kasus bom Thamrin dan sejumlah teror bom lainnya, Aman Abdurrahman, divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018). Aman dinilai secara sah dan meyakinkan telah bersalah atas sejumlah peristiwa teror bom di Indonesia.

Ketua Majelis Hakim Akhmad Jaeni menyatakan Aman Abdurrahman terbukti bersalah menjadi otak pemboman di sejumlah peristiwa.

Dalam sidang yang dijaga super ketat itu, wartawan hanya boleh menyaksikan vonis Aman di akhir sidang. Sesaat sebelum pembacaan vonis, hakim menghentikan sidang sejenak dan menunggu wartawan datang masuk ke ruang sidang.

"Mengadili menyatakan terdakwa Aman Abdurrahman telah terbuti melakukan tindak pidana terorisme. Dijatuhkan kepada terdakwa pidana mati," hakim Akhmad Jaeni membacakan vonis sebagaimana dilansir suara.com.

Terdakwa Aman Abdurrahman alias Oman Rachman alias Abu Sulaiman terlihat santai menghadapi pembacaan vonis. Pentolan kelompok teroris pro ISIS Jamaah Ansharud Daullah (JAD) itu mengenakan kemeja biru dengan celana bahan berwarna hitam, ikat kepala hitam serta menggunakan sandal dan kaus kaki hitam saat duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Terdakwa aktor intelektual sejumlah teror bom tersebut sempat menebar senyum dan melepas sandal saat majelis hakim membacakan vonis. Berdasarkan pantauan Bisnis/JIBI di lokasi, Aman Abdurrahman juga sempat beberapa kali menunduk untuk menggaruk kedua kakinya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut hukuman mati untuk Aman Abdurrahman. Dalam pembelaannya, Jumat (25/5/2018) lalu, Aman mengaku tidak bersalah dan tidak takut dengan ancaman hukuman mati.

Dengan lantang, Aman mengatakan dirinya tidak gentar dengan ancaman hukuman mati yang diajukan oleh JPU. Aman menyatakan akan terus memperjuangkan prinsip tauhid yang ia pegang kuat sampai kehidupan selanjutnya.

 

Tokopedia

Sumber : Newswire

Kolom 20 minutes ago

Efek Ekor Jas