Ketik Setan di Google Muncul Gambar Amien Rais, Ini Penyebabnya

Amien Rais menyampaiakan orasi saat Halal Bi Halal dan Rapat Koordinasi yang diselenggarakan Forum Keluarga Alumni (FOKAL) IMM Jawa Tengah di Gedung Induk Siti Walidah, kompleks Kampus UMS, Sukoharjo, Minggu (9/7 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
21 Juni 2018 15:35 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Media sosial dihebohkan dengan fenomena dalam hasil pencarian di mesin pencari Google. Jika mengetikkan kata "setan", maka muncul foto wajah Amien Rais di antara hasil pencarian yang ditunjukkan Google.

Di Twitter, hal ini menjadi buah bibir netizen sejak Selasa (19/6/2018) lalu. Sebagian netizen mengunggah screenshoot hasil pencarian di Google setelah mengetik kata kunci (keyword) "setan". Salah satu gambar yang muncul dalam hasil pencarian itu adalah foto Amien yang merupakan thumbnail berita Tempo.co berjudul Amien Rais Sebut Partai Allah dan Partai Setan, PSI Tak Terima.

Fenomena ini memang terkait pemberitaan tentang pernyataan Amien Rais yang menyebut adanya partai setan dan partai Allah pada April 2018 lalu. Saat itu, hampir seluruh media online nasional memberitakan pernyataan Amien tersebut. Tak hanya itu, media-media online juga memberitakan komentar-komentar berbagai tokoh berikut kontroversinya.

Setiap berita yang diunggah tersebut tidak hanya menggunakan teks, tapi juga dilengkapi dengan foto. Kebanyakan, foto ilustrasi yang disertakan dalam berita tersebut adalah wajah Amien Rais sebagai pembuat pernyataan. Hal itu dibenarkan oleh praktisi search engine optimization (SEO), Dhika Kurniawan.

"Hal yang membuat foto Amien Rais bisa muncul dengan kata kunci setan di Google, karena website-website menamai foto Amien Rais dengan title, keyword, dan deskripsi foto tersebut dengan kata setan," jelas Dhika di Jakarta yang dilansir Suara.com, Kamis (21/6/2018).

"Hal ini bisa terjadi terhadap siapa saja," imbuh Dhika.

Namun, Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin memandangnya lain. Dia menuding hal itu adalah pelecehan sekaligus penghinaan terhadap Amien yang notabene tokoh nasional.

Amien juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat PA 212—organisasi eks demonstran anti-Ahok pada masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Inalillahi wa ina ilaihi rojiun. Ini bentuk pelecehan dan penghinaan terhadap tokoh nasional yang sekarang justru sedang ingin menyelamatkan agama dan negaranya dari setan setan,” kata Novel kepada Suara.com, Rabu (20/6/2018).

Selain itu, Novel juga menilai Google Inc sudah tak lagi netral dan menjadi pendukung kekuasaan. Menurutnya, hal itu terjadi setelah ramai kampanye ”2019 Ganti Presiden” terutama di dunia maya.

”Google memang sudah tidak netral, sudah berpolitik, menjadi pendukung kekuasaan. Karena kalau gerakan #2019GantiPresiden berhasil, kami akan memperjuangkan untuk menutup Google dan diganti dengan produk anak bangsa,” tandasnya.

Sebelumnya, gara-gara pernyataan Amien itu, aktivis Cyber Indonesia melaporkan Amien Rais ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pernyataan ujaran kebencian terkait pernyataan tersebut. Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi melaporkan Amien Rais berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/2070/IV/2018/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 15 April 2018.

Amien dituding melakukan dugaan ujaran kebencian dan penodaan agama melalui media sosial seperti diatur Pasal 28 ayat 2, UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan atau Pasal 156 a KUHP. Aulia menyebutkan pernyataan politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) itu melalui media sosial sudah menyebar isu mengenai orang tidak bertuhan dan sebagainya.

Aulia menilai Amien menyampaikan pernyataan yang berpotensi memprovokasi masyarakat karena ungkapan partai beragama dan partai setan. Amien juga, menurut Aulia telah menghina partai politik di luar tiga partai yang disebut partai Allah sehingga termasuk kategori ujaran kebencian. Aulia menganggap mantan Ketua Umum PAN itu juga telah memecah belah bangsa Indonesia melalui pernyataannya bermuatan yang dinilai SARA.