Risnawati Utami, WNI Pertama Anggota Komite Hak Penyandang Disabilitas PBB

Risnawati Utami (Istimewa)
14 Juni 2018 05:20 WIB Adib Muttaqin Asfar Internasional Share :

Solopos.com, NEW YORK – Indonesia kembali memperkuat posisi diplomatik di Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB memilih Risnawati Utami sebagai salah satu anggota Committee on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD), Selasa (12/6/2018). 

“Bangga untuk keberhasilan diplomasi Indonesia karena untuk pertama kalinya, seorang warga negara Indonesia terpilih sebagai anggota Komite Hak-hak Penyandang Disabilitas PBB” ujar Wakil Tetap RI di PBB di New York, Dubes Dian Triansyah Djani, dalam rilis yang diterima Solopos.com, Rabu (13/6/2018).

Risnawati adalah aktivis dan pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat Organisasi Harapan Nusantara (Ohana) yang bergerak di bidang hak-hak penyandang disabilitas. Dia semula bersaing dengan 30 kandidat lainnya. Namun pada pemilihan, 8 kandidat mengundurkan diri sehingga tinggal 22 kandidat lainnya yang tersisa untuk memperebutkan 9 kursi. Selain Risnawati dari Indonesia, terpilih juga kandidat dari Lithuania, Nigeria, Australia, Swiss, Republik Korea, Ghana, Brazil, dan Meksiko untuk menjadi anggota CRPD.

Pemilihan anggota CRPD periode 2019-2022 berlangsung pada pertemuan ke-11 negara-negara Pihak Hak – Hak Penyandang Disabilitas (Convention on the Rights of Persons with Disabilities/CRPD) PBB di New York, Amerika Serikat.

Duta Besar Triansyah Djani menyatakan terpilihnya Risnawati sebagai anggota CRPD merupakan komitmen pemerintah RI di bidang penegakan Hak Asasi Manusia (HAM), utamanya hak-hak penyandang disabilitas, serta bentuk kepercayaan masyarakat internasional terhadap kemampuan dan pengalaman Risnawati. Selain itu, kata dia, hal ini sebagai dari komitmen Presiden Joko Widodo untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak penyandang disabilitas.

Faktor utama terpilihnya Risnawati adalah keaktifan dan porfolio pada tingkat nasional dan internasional. Aktivitas Risnawati terlihat dalam upaya pemajuan hak-hak penyandang disabilitas, baik dalam tingkat advokasi kebijakan, maupun penyediaan akses kursi roda dan sarana publik yang ramah bagi penyandang disabilitas.

“Keberhasilan diplomasi Indonesia dalam mengawal pencalonan Ibu Risnawati merupakan kemenangan diplomasi multilateral Indonesia yang kedua dalam seminggu terakhir ini setelah berhasil menjadi anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020 pada pemilihan tanggal 8 Juni 2018” tegas Dubes Triansyah Djani.

Kampanye pencalonan Risnawati telah dimulai sejak pertengahan 2017, melalui kerjasama perwakilan RI di berbagai negara dan Kemlu Pusat, serta lobby one-on-one di New York dalam menggalang dukungan dengan negara-negara pihak konvensi CRPD.

Dibentuk pada 2008, Komite CRPD merupakan badan traktat HAM PBB yang terdiri dari 18 (delapanbelas) pakar independen di bidang hak-hak penyandang disabilitas dari seluruh dunia. Komite memiliki tugas untuk memantau implementasi Konvensi CRPD oleh negara–negara pihak CRPD dengan masa kerja 4 tahun.

Kolom 7 hours ago

Sungkem Orang Tua