Dor! Kesaksian Penggerebekan di Blulukan Karanganyar Saat Takbiran

Polisi berjaga di sekitar rumah yang digerebek di Serangan RT 001/ RW 002 Blulukan, Colomadu, Karanganyar, Kamis (14/6 - 2018) malam. (Solopos / Hanifah Kusumastuti)
14 Juni 2018 23:19 WIB Hanifah Kusumastuti/ Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Penggerebekan dan penangkapan seorang warga di Kampung Serangan RT 001/ RW 002 Blulukan, Colomadu, Karanganyar, Kamis (14/6/2018) malam, mengejutkan warga setempat. Apalagi, penangkapan itu terjadi saat warga sedang melakukan takbiran di masjid.

Ari Tetuko, 34, seorang warga setempat, mengatakan dirinya kaget waktu ada suara tembakan di luar masjid. Dirinya yang semula mengikuti takbiran di dalam masjid pun lalu mencoba melihat keluar untuk mengetahui apa yang terjadi.

Namun begitu menampakkan dirinya, kata Ari, polisi menyuruhnya kembali masuk ke dalam masjid. Polisi yang kata dia tidak berseragam melarangnya melihat lebih dekat. Karena takut, Ari pun kembali ke dalam masjid dan kembali melanjutkan takbiran.

Rumah yang didatangi polisi adalah milik Rohmadi, warga setempat yang dikenal baik oleh masyarakat sekitar. Namun, yang ditangkap polisi adalah menantu Rohmadi yang dikenal dengan panggilan Jakim atau Zaim.

Saat penggerebekan terjadi, warga menuturkan hanya mendengar tembakan sekali. Namun setelah itu, polisi mensterilkan kawasan itu dan warga dilarang mendekat, termasuk wartawan.

Tampak 30-an polisi berjaga-jaga di perkampungan tersebut, termasuk anggota Densus 88 yang membawa senjata laras panjang. Bahkan, sumber Solopos.com yang kebetulan berada di sebelah rumah Rohmadi, nyaris tak bisa keluar dari kawasan yang dikelilingi police line itu karena ketatnya penjagaan.

Informasi yang diperoleh dari sumber Solopos.com menyebutkan setelah penggerebekan tersebut, polisi membawa seorang laki-laki berinisial Z dari rumah tersebut. Selain itu, polisi dikabarkan menyita sejumlah barang dari rumah tersebut untuk keperluan penyelidikan. Dari foto yang diperoleh Solopos.com, benda-benda tersebut antara lain pistol (belum jelas diketahui senjata api atau air gun), sejumlah buku, dan topi hitam dengan lambang ISIS.

Buku-buku yang disita terkait seruan jihad, thogut, dan demokrasi. Di antaranya berjudul Khilafah Tiga Umat, Seruan Tauhid, Ya Memang Mereka Thoghut, Know Your Enemy, dan Mewaspadai Penyimpangan Murji'ah. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dan konfirmasi dari kepolisian tentang operasi ini, apakah terkait dengan terorisme atau kasus lain, termasuk tentang informasi yang dihimpun Solopos.com tersebut.