Lima Kiosk Pertamax Layani Pemudik Tol Soloraya

Layanan Kiosk Pertamax di rest area temporary KM 519 A di ruas tol Solo/Kertosono, Masaran, Sragen. (Solopos/Mariyana Ricky)
14 Juni 2018 23:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Nasional Share :

Solopos.com, SRAGEN — Lima Kiosk Pertamax dari PT Pertamina siap melayani pemudik dari ruas tol fungsional Boyolali hingga Sragen. Kios tersebut telah beroperasi sejak H-10 lebaran sampai H+10 lebaran mendatang. Tim Sales Executive Retail (SER) PT Pertamina wilayah Soloraya, Taufik Ikhsan, mengatakan kelima Kiosk Pertamax tersebut berada di parking bay KM 482 B, rest area temporary KM 519 A dan B, rest area KM 538 A dan B. Satu Kiosk Pertamax tersebut berada di Boyolali dan empat lainnya masuk wilayah Sragen.

“Setiap hari sekurangnya ada 1.000 - 2.000 liter pertamax terjual di rest area tersebut,” kata dia, saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (14/6/2018).

Kiosk Pertamax merupakan salah satu upaya memberi pelayanan prima kepada masyarakat di momen mudik dan lebaran 2018. Layanan KiosK Pertamax yang menjual BBM kemasan, mobile dispenser, atau tangki BBM yang dilengkapi dengan dispenser.

“Ada pula tiga unit layanan motoris di Kiosk Pertamax parking bay KM 482 B di Boyolali. Ini untuk mengantisipasi jika ada kemacetan dan mengharuskan pengantaran bahan bakar,” kata Taufik.

Di Kiosk Pertamax 519 A Sragen, PT Pertamina menyiagakan dua armada tangki bahan bakar minyak (BBM), jika permintaan membeludak. Pasalnya, ruas ini merupakan limpahan pintu masuk dari Kartasura dan Solo.

“Kami juga bertugas memberi arahan jika ada pemudik yang bertanya soal pintu keluar tol berikutnya atau rest area terdekat. Karena tol fungsional jadi mereka masih menjajal dan awam,” kata Taufik.

Setiap pemudik dibatasi pembeliannya sekitar 20 liter. Hal ini dikarenakan penjualan BBM di KiosK Pertamax bersifat pengisian sementara dan darurat untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya ke SPBU, karena itu pembeliannya diatur antara 10-20 liter per kendaraan, untuk meminimalisir antrian. 

Kolom 7 hours ago

Sungkem Orang Tua