Donald Trump Sebut Akan Akhiri Latihan Militer di Korsel

Kim Jong Un dan Donald Trump bertemu di Singapura, Selasa (12/6 - 2018). (Reuters/Jonathan Ernst)
13 Juni 2018 10:15 WIB Newswire Internasional Share :

Solopos.com, SEOUL – Deklarasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Selasa (12/6/2018), mengutarakan niat untuk mengakhiri latihan militer di Korea.
Donald Trump membuat keterangan itu dalam suatu jumpa pers setelah pertemuan puncaknya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura, dengan menyerukan permainan-permainan perang mahal dan "provokatif."

Wisma Biru Kepresidenan Korea Selatan menyatakan pihaknya perlu "mencari tahu arti dan maksud" dari pernyataan Donald Trump, seraya menambahkan bahwa ingin "mendalami berbagai langkah-langkah untuk membantu pembicaraan bergerak dengan lebih lancar."

Sementara itu seorang wanita juru bicara pasukan militer AS di Korea mengatakan mereka tidak menerima arahan untuk menghentikan latihan-latihan militer.

"USFK belum menerima arahan yang diperbarui mengenai eksekusi atau penghentian latihan-latihan - mencakup jadwal Ulchi Freedom Guardian di musim gugur ini," pasukan AS di Korea, kata Kolonel Jennifer Lovett, jubir itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Antara dari Reuters, Selasa.

"Sesuai dengan mitra-mitra ROK (Korsel), kami akan melanjutkan postur militer kami saat ini hingga kami menerima arahan yang mutakhir dari Departemen Pertahanan (DoD) dan/atau Komando Indo-Pasifik (INDOPACOM)."

Pentagon belum dapat menanggapi keterangan Trump mengenai penangguhan pelatihan. Letkol Chris Logan, seorang juru bicara, hanya berkata,"Departemen Pertahanan terus bekerja dengan Gedung Putih dan sekutu kami dan mitra-mitra yang sedang bekerja setelah pertemuan puncak AS/DPRK. Kami akan menmberikan informasi tambahan kalau sudah ada."

Satu pejabat Korsel mengatakan semula ia berpikir Donald Trump salah bicara. "Saya kaget ketika dia menyebut latihan-latihan itu “provokatif" kata yang digunakan oleh seorang presiden AS," kata pejabat itu yang tak mau disebutkan jati dirinya untuk membahas isu sensitif secara politis.

Jika dilaksanakan, rencana itu bisa jadi salah satu langkah paling kongkrit dan kontroversial keluar dari pertemuan Donald Trump dengan Kim Jong Un, yang berjanji akan merampungkan denuklirisasi tetapi tak menyebutkan perincian.

Sumber : Antara

Kolom 7 hours ago

Sungkem Orang Tua