Menteri PU Angkat Bicara Kontroversi Tanjakan Kali Kenteng Salatiga

Tanjakan Kali Kenteng di Km. 468 jalur jalan tol Semarang/Solo ruas Salatiga/Kartasura menjadi tontonan warga sekitar. (Bisnis - Oktaviano Donald)
13 Juni 2018 21:13 WIB Antara Nasional Share :

Solopos.com, SEMARANG -- Tanjakan Kali Kenteng di perbatasan ruas Tol Salatiga-Boyolali belakangan menjadi pembicaraan di media sosial. Tanjakan Kali Kenteng dinilai sangat tajam sehingga menjadi kendala bagi pemudik, khususnya mereka yang menggunakan mobil berkapasitas kecil (cc).

Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, angkat bicara mengenai kontroversi tanjakan Kali Kenteng. Bahkan Tanjakan Kali Kenteng kini jadi tontonan warga.

Tokopedia

Sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Antara, Rabu (13/6/2018) Menteri PU didampingi Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol Condro Kirono dan Plt Gubernur Jateng Heru Sujatmoko, mengecek tanjakan Kenteng.

Dia mengecek kondisi jalur pengalihan Jembatan Kenteng yang berada di ruas tol fungsional Salatiga-Solo itu. Menurut Basuki, tidak ada kendala yang dihadapi pemudik dalam melintasi jalur ini.

"Secara teknis kemiringan jalur ini hanya 7 derajat. Tidak ada masalah jika dilewati," katanya.

Secara umum, lanjut dia, arus mudik yang melewati jalan tol fungsional ini berjalan lancar. Menurut dia, kelancaran itu tidak semata ditunjang oleh infrastruktur yang memadai, namun juga rekayasa lalu lintas, kebijakan lamanya masa cuti bersama hingga perilaku para pemudik yang semuanya memberikan kontribusi.

Usai penyelengaraan arus mudik dan balik tahun ini, kata dia, proyek pembangunan Jembatan Kenteng sepanjang 600 meter akan dilanjutkan. Ia optimistis pembangunan jembatan ini akan dapat terselesaikan dalam dua bulan.