Pedagang di Aljazair Wajib Berjualan Selama Lebaran 2018

Pedagang di Pasar Aljir, Aljazair (Middle East Monitor)
12 Juni 2018 17:25 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, ALJIR Hari Raya Idulfitri sudah di depan mata. Muslim di seluruh dunia menyambut hari yang paling ditunggu ini dengan penuh suka cita. Lebaran menjadi momen yang pas untuk berkumpul bersama keluarga. Tak ayal, banyak pekerja dan pelaku usaha yang libur saat Lebaran.

Tapi, libur Lebaran menjadi barang langka di Aljazair. Sebab, pemerintah Aljazair kabarnya bakal menjatuhkan denda kepada pedagang yang menutup toko saat Lebaran. Pemerintah telah meminta kepada sekitar 4.594 pedagang di ibu kota Aljazair, Aljir, untuk tetap melayani pelanggan pada perayaan Hari Raya Idulfitri 2018.

Pedagang yang menentang keputusan pemerintah bakal dikenai denda. Bahkan, pemerintah bakal mencabut izin operasi toko tersebut dalam jangka waktu tertentu.

"Toko harus tetap buka selama perayaan Idulfitri 2018. Jika ada pedagang yang menentang, maka kami akan memberinya sanksi berupa denda. Kami juga akan mencabut izin operasi toko mereka dalam jangka waktu satu sampai dua bulan," demikian pernyataan resmi dari pemerintah Aljazair seperti dilansir Middle East Monitor, Senin (11/6/2018).

Adapun yang dilarang menutup kedai adalah pedagang buah, sayur, serta makanan pokok. Selain itu, pemilik kafe dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Hari Raya Idulfitri di Aljazair diperkirakan jatuh pada Jumat (15/6/2018).

Aljazair merupakan salah satu negara di Afrika Utara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Hampir 99 persen warganya merupakan pemeluk Islam Sunni. Tak ayal, pemerintah sangat memperhatikan kepentingan warganya yang mayoritas muslim dengan menerapkan peraturan tersebut.