Anak Pelaku Bom Surabaya Curhat ke Risma, Ternyata Juara Silat

Polisi menghentikan dan memeriksa warga yang melintas di Jalan Niaga Samping setelah terjadi ledakan di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5 - 2018). (Antara/Didik Suhartono)
12 Juni 2018 19:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SURABAYA -- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menginginkan tujuh anak pelaku teror di Surabaya dan Sidoarjo kembali tumbuh menjadi anak yang normal setelah mereka mendapat perawatan psikologis di Kementerian Sosial (Kemensos). Risma sempat berbincang dengan anak-anak itu.

"Saya ingin mereka tumbuh normal. Tadi saya sampaikan kalau banyak teman banyak saudara itu seneng bisa bermain bisa belajar bersama-sama. Mereka juga ingin sekolah," kata Risma saat ditemui di sela penyerahan ketujuh anak pelaku teror oleh Polda Jatim ke Kemensos di Mapolda Jatim di Surabaya, Selasa (12/6/2018).

Tokopedia

Risma mengungkapkan, anak pelaku teror di Mapolrestabes Surabaya, yakni A, memang sudah lama ingin bertemu dengannya. Namun waktu itu, dia belum sreg.

"Ya tadi dia cerita macam-macam. Ternyata dia juara pencak silat di Jawa Timur. A takkasih buku. Kalau A-ya sudah ceria meskipun tangannya kan patah yang sebelah kanan. Dia nyampaikan seneng punya temen banyak, dia ingin main-main seperti temennya yang lain," katanya.

Dia menceritakan, pada awalnya, anak-anak tersebut sering mendebat perkataan orang lain. Karena itu, Risma diminta untuk membantu mencarikan psikolog yang mengerti agama.

"Terus saya carikan dari UINSA itu yang ngerti dalil-dalil. Jadi tadi juga jelaskannya ke anak-anak itu pakai dalil-dalil apa misalnya diajari senyum itu dalilnya apa senyum. Dan anak-anak itu lebih bisa menerima," tutur Risma.

Ditanya apakah ada kemungkinan Pemerintah Kota Surabaya mengadopsi anak-anak tersebut, Risma menyatakan hal itu agak sulit penanganannya terutama terkait keamanan mereka.

"Makanya kita enggak berani. Saya enggak berani karena ini menyangkut juga keamanan mereka. Itu nanti ditangani Kementerian Sosial karena terus terang juga berat untuk kan ini harus siaga mereka," ujarnya.

Namun Risma menegaskan, Pemkot Surabaya akan tetap melihat perkembangan anak-anak tersebut karena juga menyangkut keamanan dan juga keluarganya terutama neneknya masih ada. "Ya kalau bisa kembali ke keluarganya. Neneknya ikut ke sana menemani," ucapnya.

Sumber : Antara