Amien Rais Capres, PDIP: Rakyat Tahu Mana yang Tidak Konsisten

Amien Rais menyampaiakan orasi saat Halal Bi Halal dan Rapat Koordinasi yang diselenggarakan Forum Keluarga Alumni (FOKAL) IMM Jawa Tengah di Gedung Induk Siti Walidah, kompleks Kampus UMS, Sukoharjo, Minggu (9/7 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
12 Juni 2018 18:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mempersilakan jika Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais ingin maju sebagai calon presiden jika memenuhi persyaratan dan dukungan.

"Siapapun warga negara Indonesia [WNI] yang memenuhi persyaratan dapat maju sebagai calon presiden. Semua WNI yang memenuhi persyaratan memiliki hak untuk memilih dan dipilih," kata Hasto Kristiyanto, di Jakarta, Selasa (12/6/2018), menanggapi pertanyaan wartawan yang memintanya berkomentar soal rencana Amien Rais maju lagi sebagai calon presiden.

Tokopedia

Menurut Hasto, persyaratan untuk maju sebagai calon presiden adalah diusung oleh partai politik dan atau gabungan partai politik yang memiliki jumlah kursi minimal 20 persen di parlemen atau 25 persen suara pada pemilu legislatif sebelumnya.

"Siapa saja yang ingin maju sebagai calon presiden silakan saja, asalkan memenuhi persyaratan tersebut," ucapnya, menegaskan.

Hasto menilai, wacana yang menyebut Amien Rais akan maju menjadi calon presiden, bukan sebuah ancaman bagi PDIP. Alasannya, Amien juga pernah maju sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2004 dan kalah.

Alumni Universitas Gajah Mada ini juga melihat gaya komunikasi Amien Rais yang menderung subjektif dan menyerang pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Rakyat saat ini sudah pandai menilai, mana pemimpin yang mengayomi rakyat dan menyatukan serta mana yang tidak konsisten," tuturnya.

Soal kemungkinan terbentuk poros ketiga dan partai pendukung Jokowi yang pindah poros, Hasto menyatakan hal tersebut adalah kedaulatan setiap partai politik.

"Ketika sebuah partai memutuskan mendukung Pak Jokowi, tentu harus disertai kajian komprehensif dan suasana kebatinan yang baik bahwa Pak Jokowi mendapat dukungan kuat dari rakyat. Ketika ada partai berpindah-pindah menjadi bunglon, maka rakyat akan tahu mana partai konsisten, mana yang tidak konsisten dan hanya mengejar kekuasaan," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyatakan, partainya membuka peluang untuk mengusung Amien Rais menjadi calon presiden. Padahal sebelumnya, salah satu keputusan rapat kerja nasional PAN di Bandung 2017 lalu telah memutuskan menunjuk dirinya sebagai calon presiden atau calon wakil presiden dari PAN.

Sumber : Antara