Puncak Arus Mudik Diprediksi 3 Kali, Ini Baru yang Pertama

Pengendara melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek, di Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (10/6 - 2018). (Antara/Risky Andrianto)
11 Juni 2018 18:37 WIB Dewi Aminatuz Zuhriyah Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Badan Litbang Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan puncak arus mudik diprediksi akan terjadi sebanyak tiga kali. Puncak mudik pertama, terjadi pada 8, 9, dan 10 Juni 2018. Puncak kedua diprediksi terjadi pada 13 dan 14 Juni, dan terakhir terjadi pada 15 Juni atau hari H Lebaran Idul Fitri.

Kendati, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menuturkan hasil survei tersebut tidak sepenuhnya valid. Sebab survei tersebut dilakukan melalui media sosial dengan 5.000 responden.

"Saya awalnya belum percaya karena survei itu kan diambil dari medsos, kan pengguna medsos ada juga yang anak-anak, remaja," kata Budi di posko nasional angkutan lebaran, Minggu (10/6/2018) malam.

Terkait dengan mudik lebaran kali ini, Budi mengatakan puncak mudik yang bisa terjadi tiga kali ini merupakan efek dari cuti bersama yang ditetapkan pemerintah. Cuti bersama Lebaran 2018 merupakan hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah melalui Keputusan Presiden No 13/2018. Masa cuti bersama pada 11-14 Juni 2018 dan 18-20 Juni 2018.

"Sekarang kan lebih panjang liburnya, jadi bisa saja pemudik salat ied dulu di rumahnya, terus silaturahmi sama kantornya dan lain seterusnya, baru mereka berangkat mudik."

Sebelumnya Polda Jabar memprediksi puncak mudik terjadi pada Minggu (10/6/2018) malam ini. Prediksi ini datang dari sudah terjadinya peningkatan jumlah kendaraan sejak H-7 dengan 283.000 kendaraan melintasi jalur utara, tengah, dan selatan.

Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol Prahoro, mengatakan antrian panjang kendaraan memang terjadi wilayah Tol Jakarta. Namun, ketika masuk ke wilayah Jabar, arus lalu lintas cenderung lancar.

"Enggak ada masalah ketika kendaraan masuk wilayah Jabar. Pas keluar dari Cikampek, dari km 35 sampai Cipali lancar terus. Antrean itu di Cikarang Utama. Masuk [jalan tol] wilayah kita enggak ada masalah dari KM 57, KM 86, KM 92, KM 102, KM 130, dan 166 enggak ada masalah," ujarnya pada wartawan Minggu.