Proyektil Gas Air Mata Israel Tembus Hidung Pemuda Palestina

Demonstran Palestina, Abu Sabla, yang terkena tembakan gas air mata Israel (Reuters/Ibraheem Abu Mustafa)
09 Juni 2018 15:30 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, GAZA – Bentrokan antara warga sipil Palestina dengan militer Israel kembali terjadi di Jalur Gaza. Bentrokan yang terjadi bertepatan dengan peringatan Quds Day, Jumat (8/6/2018), ini merenggut empat nyawa warga sipil Palestina.

Quds Day merupakan peringatan internasional yang digelar pada hari Jumat terakhir di bulan Ramadan sebagai bentuk dukungan kepada Palestina. Peringatan ini kali pertama digelar oleh negara Iran pada 1979 silam. Kini, warga Palestina selalu memperingati hari penting tersebut guna merebut kembali hak mereka yang diambil Israel.

Sayang, peringatan Quds Day 2018 ini diwarnai kericuhan. Jalur Gaza kembali memanas akibat bentrokan warga Palestina dan militer Israel. Seperti biasa, militer Israel menggunakan senjata andalan yakni tembakan gas air mata untuk menyerang warga Palestina. Mereka menyebut tembakan gas air mata bukanlah senjata yang mematikan.

Proyektil yang ditembakkan seorang tentara Israel mengenai wajah hitam Abu Sabla. Warga Palestina ini ikut ambil bagian dalam demonstrasi yang dilakukan di sebelah timur Kota Khan Younis. Pemuda berusia 23 tahun itu terhuyung mundur saat wajahnya terkena proyektil. Dalam sekejap baju yang dikenakannya berlumuran darah. Proyektil yang tertancap di bagian hidung dan mengeluarkan asap putih itu membuat tubuhnya ambruk.

Abu Sabla langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Seorang saksi mata yang merupakan fotografer dari Reuters, Ibraheem Abu Mustafa, mengabadikan foto Abu Sabla sesaat setelah terkena tembakan tentara Israel. Dia juga menceritakan kisah tragis yang terjadi di depan matanya.

"Seorang tentara Israel keluar dari mobil jeep dan menembakkan gas air mata. Para demonstran mulai berlaru menjauh. Namun, salah satu di antara mereka terkena tembakan tersebut tepat di wajahnya. Bagian hidungnya mengeluarkan asap putih. Dia berlari di depanku. Aku mengambil fotonya sebelum dia jatuh dan ditolong petugas media. Kejadian ini sangat mengerikan. Bayangkan saja Anda melihat seorang pria berlari dengan kondisi berdarah dan hidungnya mengeluarkan asap putih," terang Ibraheem Abu Mustafa seperti dilansir Reuters, Sabtu (9/6/2018).

Militer Israel enggan memberikan tanggapan tentang kejadian tersebut. Mereka merasa tembakan gas air mata bukan senjata mematikan. Jadi, mereka tetap menggunakannya untuk melawan demontsran Palestina yang terus berunjuk rasa sejak akhir Maret 2018 lalu.