Info BIN, 2 Dosen UGM Jogja Terindikasi Kader HTI

Spanduk penolakan terhadap ajaran terorisme & radikalisme di Jl Malioboro, Jogja, Selasa (15/5 - 2018). (Antara / Andreas Fitri Atmoko)
08 Juni 2018 19:36 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JOGJA -- Dua dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta diindikasi menjadi kader organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Informasi tersebut diperoleh UGM dari Badan Intelejen Negara (BIN).

Rektorat UGM melakukan pemanggilan dua dosen tersebut. Dikutip dari Suara.com, Kepala Bidang Humas dan Protokoler UGM Iva Aryani menjelaskan, pada Jumat (8/6/2018), kedua dosen tersebut dipanggil untuk dimintai keterangan..

Iva menuturkan, tak bisa memublikasikan nama kedua dosen tersebut. Tapi, ia mengatakan keduanya dipanggil setelah ketahuan mengunggah tulisan ajaran HTI di masing-masing akun media sosial.

"Ini belum pemanggilan yang berat, hanya mengajak berdialog terkait unggahan di media sosial,” tutur Iva kepada Suara.com.

Setelah terdapat hasil dialog, UGM baru bakal menentukan sikap terhadap kedua tenaga pengajar tersebut. "Jadi, pemanggilan hari ini masih beragendakan klarifikasi, bukan keduanya disidang,” tukasnya.

Rektor UGM, Prof Ir Panut Mulyono MEng, DEng, menjelaskan dugaan kedua dosennya itu berafiliasi dengan HTI didapat dari Badan Intelijen Negara (BIN) serta dosen lainnya. "Dulu kami mendapat informasi dari BIN, lantas dipejalari. Kemudian ada masukan dari dosen lain, mengarah ke nama-nama yang dipanggil itu," kata Panut Mulyono.

Panut mengakui tak bisa menentukan sanksi apa yang nantinya bakal diterapkan kalau kedua dosen itu terbukti terlibat ormas terlarang. "Pastinya, sangsi yang diberikan harus berbasis kode etik dosen. Kalau ada, bakal diberi sangsi," tandasnya.

Tokopedia

Sumber : Suara.com