Foto Amien Rais Hilang? Begini Aturan Penghapusan Konten Oleh Instagram

Amien Rais bertemu Rizieq Shihab di Mekkah. (Istimewa)
07 Juni 2018 16:53 WIB Adib Muttaqin Asfar/ Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Ada intervensi pemerintah? Begitu tudingan sejumlah kalangan oposisi terkait hilangnya unggahan foto Dewan Pakar Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais di akun Instagram. Foto di akun @amienraisofficial itu memuat momen pertemuan Amien dan Prabowo Subianto dengan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Mekkah, belum lama ini.

Tudingan adanya peran "penguasa" ini salah satunya muncul dari kicauan putri Amien, Hanum Rais, di akun Twitter @hanumrais menanggapi kicauan @prijantorabbani 3 Juni lalu bahwa foto-foto yang diunggah di akun IG @amienraisofficial dihapus sepihak oleh IG.

"Truth is: IG telah dipesan oleh "pemesan yang berkuasa" untuk membuat algoritma face detect utk HRS jadi bukan karna di report rame2, tapi memang sistem bekerja, terutama jika engagement tinggi (jumlah like dan komen) mesin akan memghapus," kicau @hanumrais.

Benarkah demikian? Pemerintah sendiri sudah membantahnya. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, menampik pemerintah ikut campur dalam penghapusan foto Amien Rais itu.

Menurut Rudiantara, tuduhan itu salah alamat. Sebab pemerintah dinilainya tak akan berani menghapus foto seseorang jika unggahannya memang tak melanggar apapun.

"Pemerintah dalam hal ini Kemkominfo tidak pernah meminta Instagram untuk take down dari foto orang yang sedang umrah di Makkah," kata Rudiantara usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR RI, di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (5/6/2018), dilansir Suara.com.

Menurut Rudiantara, ada dua kemungkinan hilangnya foto Amien itu di Instagram. Pertama, ada kemungkinan pemilik akun sendiri yang menghapus unggahannya. Kemungkinan lainnya, banyak pihak yang melaporkan unggahan foto Amien Rais tersebut sehingga Instagram secara otomatis menghapusnya.

"Tetapi itu yang akan menetapkan Instagram, Kemenkominfo tidak akan melakukan itu," katanya.

Terlepas benar tidaknya tuduhan yang dilancarkan kubu oposisi, Instagram sebenarnya memiliki aturan yang sudah diterangkan dalam Pusat Bantuan. Dalam poin "Melaporkan pelanggaran", masyarakat bisa melaporkan unggahan yang berulang, berlebihan, atau akun yang memuat kebencian. Dalam keterangan itu, tertulis sebuah batasan:

"Instagram hanya menghapus akun dan kiriman yang tidak mengikuti Pedoman dan Ketentuan kami. Penting diingat bahwa Instagram tidak menyediakan mediasi untuk perselisihan di antara orang-orang yang menggunakan layanan kami."

Dalam pedoman Instagram, terdapat beberapa poin yang mengatur unggahan dan penggunaan akun, seperti hanya membagikan foto/video karya sendiri, batasan ketelanjangan, dan larangan dukungan pada terorisme, kejahatan terorganisir atau grup penebar kebencian. Namun, belum jelas poin mana yang relevan dengan kasus hilangnya foto Amien Rais itu.

Begitu pula dalam Ketentuan Penggunaan. Dalam Ketentuan Dasar, disebutkan sejumlah poin seperti batasan usia, larangan konten kekerasan, ketelanjangan, diskriminasi, pelanggaran hukum, kebencian, dan pornografi. Demikian pula larangan menghina, menindas, menyalahgunakan, melecehkan, mengancam, meniru, atau mengintimidasi orang-orang atau entitas. Dalam hal ini, belum jelas pula poin mana yang relevan dengan kasus ini.