Ini Persamaan Ideologi Terorisme dengan Narkoba

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah) memberi keterangan pada wartawan usai meninjau rutan cabang Salemba Mako Brimob Kelapa Dua pasca kerusuhan di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5). Kapolri meninjau Mako Brimob pasca insiden antara narapidana teroris dengan petugas yang mengakibatkan lima anggota Polri dan seroang teroris meninggal dunia. ANTARA FOTO - Indrianto Eko Suwarso
05 Juni 2018 17:20 WIB Sholahuddin Al Ayyubi Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menilai ideologi terorisme mirip dengan narkoba yang bisa menyasar lapisan kelompok masyarakat mana pun di Tanah Air.

Menurutnya, ideologi radikal yang digunakan teroris dalam menjalankan aksi amaliyah mulai menyebar dengan bebas dan menargetkan siapapun, sejalan dengan perkembangan teknologi dan informasi di media sosial serta kebebasan demokrasi.

"Jadi sekarang permasalahannya, ideologi terorisme ini menyebar karena mengambil kesempatan dalam kebebasan demokrasi. Selain itu, penyebaran juga marak di media sosial," tuturnya, Selasa (5/6/2018).

Tito berpandangan ideologi radikal tersebut tidak bisa dilawan dengan senjata, namun harus dilawan juga dengan ideologi pancasila. Menurutnya, untuk menutup ideologi terorisme itu, dibutuhkan kerja sama organisasi keagamaan dan pemerintah guna melawan radikalisme di Indonesia.

"Kita harus bekerja bersama-sama dan membuat aksi gerakan nasional untuk membendung dan menetralisir ideologi radikal ini," katanya.

Menurutnya, jika tidak segera diminimalisir, ideologi terorisme itu bisa menyasar kelompok masyarakat lapisan manapun seperti peredaran narkotika jenis narkoba di Tanah Air.

"Narkoba itu kan dari bawah sampai atas bisa kena semua. Nah, sama dengan ideologi teroris pun seperti itu. Makanya kita harus bersama-sama dalam menangani terorisme ini," ujarnya.