Menhub Pastikan Info Tiket Pesawat Jakarta-Surabaya Rp4 Juta Hoax

Bongkat buat bagasi di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah. (Bisnis / Abdullah Azzam)
04 Juni 2018 14:34 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kabar yang menyebutkan bahwa harga tiket pesawat Jakarta-Surabaya menjelang Lebaran 2018 menembus Rp4 juta dipastikan bohong alias hoax. Hal itu dipastikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Ia menegaskan, bahwa tarif paling tinggi untuk jalur Jakarta-Surabaya adalah Rp1,3 juta atau Rp2,6 juta PP.

“Berdasarkan ketentuan maksimal tarif maskapai tersebut adalah Rp1,3 juta atau PP sebesar Rp2,6 juta. Saya telah mengatakan kepada operator maskapai penerbangan menetapkan tarif usahakan jangan sampai ke batas atas,” kata Menhub seusai meninjau Posko Terpadu Angkutan Lebaran di Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (3/6/2018), dilansir siaran resmi laman Sekretariat Kabinet.

Diakui Menhub jika jumlah pemudik yang akan menggunakan jasa angkutan udaran pada lebaran tahun ini mengalami peningkatan sebesar 10 persen. Ia memprediksi, jumlah penumpang selama 2 minggu di Indonesia bagian barat, yaitu 7 Juni sampai 24 Juni 2018, akan mencapai 5,68 juta.

“Itu diukur berdasarkan jumlah kursi yang ada, biasanya seat itu relatif terpenuhi semua,” ujar Menhub. Namun, hal itu bukan berarti membuat tarif penerbangan melonjak di luar batas kewajaran.

Karena itu, Menhub menaruh perhatian terhadap moda transportasi udara dan berpesan harus mempersiapkan dengan baik. Menhub juga mengatakan bahwa kesiapan bandara sudah lebih bagus.

“Beberapa hal yang sudah dicek, tentunya ada yang sifatnya umum di mana kesiapan bandara-bandara sudah lebih bagus bahkan kita mencatat ada 35 bandara yang dikontrol oleh Kemenhub dan 12 bandara yang dikontrol lebih detail oleh Airnav. Secara pelayanan, kami juga menurunkan tim untuk meneliti bandara di seluruh Indonesia,” tutur Menhub.

Terkait dengan pemberian ekstra flight di Bandara Internasional Soekarno Hatta dan seluruh Indonesia, Menhub Budi K. Sumadi menugaskan Airnav untuk berkoordinasi dengan semua maskapai.

Menhub juga berpesan bahwa para operator maskapai penerbangan harus sesuai dengan slot time yang diajukan. Bila tidak dijalani harus disampaikan 24 jam sebelumnya. “Apabila tidak dilakukan, kita wajibkan untuk menerbangkan dan jika tidak dilakukan maka akan diberikan sanksi tertentu,” tegas Menhub.