PAN: Jokowi Pemimpin Formal, Amien Rais Non Formal

Zulkifli Hasan (kedua kanan) mengangkat tangan bersama Taufik Kurniawan (kanan), Fahri Hamzah, dan Amien Rais dalam peringatan 20 tahun reformasi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (21/5 - 2018). (Antara / Akbar Nugroho Gumay)
01 Juni 2018 04:30 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum PAN Taufik Kurniawan mengatakan rencana pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Amien Rais merupakan sinyal positif yang harus diapresiasi. Karena itu, ujarnya, para kader dan pendukung partai tersebut tidak membuat keruh suasana agar pertemuan tersebut berlangsung dengan baik.

"Sama-sama tokoh nasional dan pemimpin bangsa makin banyak bertemu dan silaturahmi itu bagus. Makanya jangan terlalu menyikapi secara reaktif,” ujarnya, Kamis (31/5/2018).

Dia menambahkan bahwa pertemuan para petinggi tersebut sangat penting artinya dan memiliki maqam para pemimpin, bukan para hulubalang (anak buah). Menurut Taufik, pertemuan itu bisa menjadi representasi Jokowi sebagai pemimpin Indonesia secara kelembagaan. Sedangkan, kata dia, Amien Rais merupakan pemimpin di luar lembaga negara.

“Saya harap rencana pertemuan itu berdampak positif bagi kekuatan bangsa Indonesia. Sebab, Pak Jokowi adalah Presiden RI, tokoh formal dan leader. Sedangkan Pak Amien informal leader. Kita harapkan keduanya menjadi kekuatan bangsa dan negara," ujarnya.

Karena itu dia meminta rencana pertemuan Jokowi-Amien itu dipandang sebagai upaya bersilaturahim untuk duduk bersama. Apalagi, katanya, Pak Amien Rais merupakan sosok yang terbuka untuk bertemu dengan siapa saja, katanya.

"Pak Amien itu terbuka, maka kalau bertemu silaturahmi itu tak ada masalah. Artinya ini justru kita harapkan kedua belah pihak pendukung semuanya ini duduk bersama," katanya.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa rencana pertemuan dengan Amien Rais masih diatur waktunya. Namun, jika Presiden bersedia bertemu di Istana, Amien Rais hanya mau bertemu di rumahnya di Jogja.

"Ya nanti kita atur," kata Presiden saat menjawab pertanyaan wartawan seusai acara buka puasa bersama Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah di kediaman Ketua DPD Oesman Sapta Odang di Jakarta, Kamis (31/5/2018), dilansir Antara.

Namun Presiden Jokowi menyebutkan waktu pertemuan tersebut bisa dalam waktu dekat, tapi juga bisa dalam waktu yang panjang. "Ya bisa dalam waktu dekat, bisa dalam waktu panjang," jawab Jokowi.

Sedangkan Amien mengaku tidak mempersoalkan kalau Jokowi ingin bertemu dengannya, namun syaratnya bukan dia yang datang menemui Jokowi. Amien ingin sang presiden harus datang ke rumahnya di Yogyakarta.

"Sebulan terakhir ada yang berusaha mempertemukan saya dengan Pak Jokowi. Saya sampaikan, amat sangat dengan mudah, silakan Pak Jokowi terbang ke Yogyakarta, bukan semata-mata untuk ketemu saya. Mampirlah ke rumah saya," kata Amien di rumah dinas Ketua MPR Zulkifli Hasan, Widya Chandra, Jakarta, Rabu (30/5/2018).

"Saya akan sampaikan sesuatu yang saya inginkan, sangat santun, sopan dan etis lah ya, jangan khawatir. Memang sebaiknya dia datang ke rumah saya. Saya kan rakyat biasa, didatangi presiden kan tidak ada salahnya toh," tutur Amien, dilansir Suara.com.