Menhub Imbau Masyarakat Mudik pada 9-12 Juni 2018

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam acara Forum Logistik di Jakarta, Selasa (3/4 - 2018). (Bisnis/Felix Jody Kinarwan)
31 Mei 2018 08:30 WIB Septina Arifiani Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA – Guna menghindari kepadatan arus lalu lintas, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat melakukan mudik Lebaran  pada 9-12 Juni 2018. Menhub juga mengimbau masyarakat tidak menggunakan motor  untuk mudik ke kampung halaman.

“Jadi kami menganjurkan masyarakat untuk mudik sejak tanggal 9-12 Juni. Itu praktis lebih lengang semestinya, mungkin Sabtu-Minggu tinggi kemudian Senin-Selasa berkurang,” kata Menhub kepada wartawan seusai mengikuti Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (30/5/2018) sore, seperti diberitakan situs Setkab.go.id.

Arus balik pun demikian, Menhub memperkirakan akan terjadi lonjakan pada saat akhir mudik bersama, yaitu tanggal 20 Juni.

Oleh karenanya, Menhub mengaku telah berkoordinasi dengan Organda (Organisasi Angkutan Darat) dan asosiasi truk untuk melakukan pembatasan tanggal 12-14 Juni dan tanggal 22-24 Juni dari jam 00.00-24.00.

“Jadi sebelum dan sesudah Idulfitri [truk tidak boleh lewat],” sambung Menhub.

Banyaknya jalan tol yang telah selesai pembangunannya dan sudah dioperasikan, termasuk yang fungsional, Menhub mengatakan, jalan Pantura (Pantai Utara) Jawa dan Pansela (Pantai Selatan) sudah bagus. Karena itu, ia minta masyarakat sebaiknya jangan semata-mata tol.

“Banyak jalan yang sudah bagus agar itu dijadikan preferensi, jadi supaya jangan di jalan tol. Dan H-2 dan H-3 itu adalah peak, oleh karenanya kita minta untuk lebih awal dan menggunakan jalan pantura,” ujar Menhub.

Menhub memperkirakan pemudik yang akan menggunakan kendaraan pribadi itu tumbuh 16% dan menggunakan motor naik 33%. Karena itu, Menhub mengimbau masyarakat tidak menggunakan motor untuk mudik karena tahun lalu itu banyak kecelakaan yang melibatkan motor.