Amien Rais Beberkan Indikasi Manipulasi Pemilu 2019

Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, seusai Tabliq Akbar di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, kompleks Kampus UMS, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Senin (28/5 - 2018) malam. (Solopos - Iskandar)
29 Mei 2018 20:15 WIB Iskandar Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Politisi Amien Rais membeberkan beberapa indikasi manipulasi dalam Pemilu 2019 nanti. Selain registrasi kartu telepon perdana yang dinilai sarat kepentingan politik, tercecernya E-KTP di wilayah Jawa Barat beberapa waktu lalu juga diduga sarat kepentingan politik.

Registrasi kartu telepon bagi mereka yang mempunyai telepon seluler, menurut Amien Rais, mengundang berbagai spekulasi. “Ujung-ujungnya untuk memanipulasi pemilu. Apakah yang dibuat IT yang softwarenya itu sehingga apapun yang masuk, yang menang adalah yang di oke oleh orang satu itu, dari Jebres (Solo). Ini tentu tidak bisa dibuat main-main,” kata Amien Rais, Senin (28/5/2018) malam, dalam Tablig Akbar di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, kompleks Kampus UMS, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo.

Seusai Tablik Akbar Amien yang dicegat wartawan juga mengutarakan penemuan e-KTP yang berceceran di jalanan Bogor Jawa Barat belum lama ini. “Ini kalau dibongkar betul pasti tidak disangka sampai ke pusat kekuasaan,” ungkap dia.

Kasus tercecernya E-KTP menurutnya, tak boleh dibiarkan. “Jika dibiarkan rezim bisa semau gue. Lama-lama rakyat semakin takut, bungkam, akhirnya masuk ke suatu zaman yang tidak ada gunanya kita bicara demokrasi dan pemilu," papar dia.

Untuk itu dia meminta kepada segala kekuatan demokrasi yang masih cinta pada bangsa dan negara Indonesia supaya heboh skandal e-KTP segera diselesaikan.  Dia mengatakan kasus ini harus ditemukan siapa dalangnya, yang menyuruh dan siapa yang membiayai.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, beredar unggahan yang menunjukkan sejumlah KTP elektronik yang diperkirakan berjumlah ratusan, tercecer di kawasan Bogor, Jawa Barat.

E-KTP tercecer itu beralamat Sumatra Selatan. Menurut Dukcapil, e-KTP yang tercecer itu merupakan KTP elektronik yang rusak/invalid dan hendak dibawa dari gudang sementara di Pasar Minggu ke gudang Kemendagri di Bogor.

Di akun Rakyat Jakarta, foto-foto tersebut dibubuhi kalimat yang intinya ada penemuan ribuan KTP di Pertigaan Salabenda, Kemang, Bogor, dan diklaim berasal dari China. Padahal, tak ada keterangan jelas tentang siapa pemilik KTP dan dari mana ribuan KTP itu berasal.

 

Tokopedia