Membaik, Begini Kondisi Terkini Penglihatan Novel Baswedan

Novel Baswedan. (Antara/Aprillio Akbar)
28 Mei 2018 16:45 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kondisi mata kiri penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan semakin membaik. Namun demikian Novel Baswedan masih akan melakukan kontrol setiap bulan ke Singapura terkait pemeriksaan matanya sehingga belum bisa kembali bertugas di KPK.

"Minggu lalu saya baru kembali dari Singapura untuk perawatan dan Alhamdulillah mata kiri saya sudah semakin membaik dan diharapkan bisa menjadi tumpuan untuk penglihatan," kata Novel di gedung KPK, Jakarta, Senin (28/5/2018).

Tokopedia

Novel datang di KPK untuk menghadiri penyerahan jabatan sebagai Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK kepada penggantinya Yudi Purnomo Harahap. Novel Baswedan menyatakan ke depan penglihatannya akan banyak terbantu dengan mata kirinya.

"Jadi, saya mungkin ke depan akan banyak terbantu dengan mata kiri yang hasil operasi dan proses itu belum selesai karena saraf di mata kiri saya masih lemah, saya minta doa dari semuanya semoga proses penyembuhannya bisa semakin lebih cepat," ungkap Novel.

Lebih lanjut Novel menambahkan untuk mata kanannya banyak masalah salah satunya pembuluh darah pada kornea.

"Yang kanan memang kondisinya banyak masalah di antaranya tumbuhnya pembuluh darah di kornea, yang itu dokter tidak bisa mengharapkan lebih jauh lagi kecuali hanya diupayakan untuk sekadar stabil," ucap Novel.

Atas kondisinya itu, Novel pun menyatakan masih belum bisa kembali bekerja di KPK.

"Ya sekarang kontrolnya setiap bulan, setiap bulan saya kontrol. Dalam proses sehari-hari saya rawat jalan. Saya belum masuk kantor karena masih dalam kondisi sakit, masih dalam pemulihan," kata dia.

Novel Baswedan disiram air keras oleh dua pengendara motor pada 11 April 2017 seusai Salat Subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya.

Mata Novel mengalami kerusakan sehingga harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017.

Novel adalah salah satu penyidik senior KPK yang antara lain menangani kasus korupsi dalam pengadaan KTP-elektronik (KTP-e). Sampai saat pun ini belum ada perkembangan terkait pihak yang diduga sebagai pelaku dalam penyerangan Novel tersebut.

Sumber : Antara