Tol Soker Gratis Selama Mudik Lebaran, Masuk Ngawi Baru Bayar

Tulisan gerbang tol Kartasura di Desa Ngasem, Colomadu, Karanganyar, sudah ganti menjadi gerbang tol Colomadu, Kamis (19/4 - 2018). (Solopos/Iskandar)
27 Mei 2018 19:00 WIB Aries Susanto Nasional Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Kabar gembira bagi para pengguna jalan bebas hambatan Tol Solo-Kertosono (Soker) mulai pintu gerbang Ngasem (Colomadu, Karanganyar) hingga Sragen atau sekitar 50 km. Selama masa Lebaran 2018, warga tidak dikenai biaya sepeser pun alias gratis.

Manajer Adminsitrasi PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), Patahillah, mengungkapkan pembebasan biaya itu tak hanya berlaku bagi Tol Soker yang difungsionalkan, melainkan juga Tol Soker yang sudah resmi dioperasioalkan. Ruas itu mulai gerbang pintu Ngasem, Colomadu hingga gerbang Pungruk, Sragen sejauh 50-an km.

"Tidak dikenai biaya alias gratis [mulai pintu gerbang Ngasem-Pungkruk]. Pengguna juga tak perlu menunjukkan kartu elektronik pembayaran tol," jelas Pata kepada Solopos.com, Jumat (25/5/2018).

Pemberlakuan tol gratis itu berlaku selama masa Lebaran, terhitung sejak H-7 Lebaran hingga H+8 Lebaran atau mulai 8 Juni -24 Juni 2018. Warga yang ingin mudik atau balik selama masa Lebaran, bisa menggunakan Tol Soker secara gratis selama 24 jam. "Tapi, Tol Soker mulai Ngawi-Wilangan sudah berbayar. Jadi, kalau melintasi tol di sana, ya harus siapkan kartu pembayaran elektronik," jelasnya.

Dia melanjutkan, warga yang ingin menggunakan jalur fungsional Tol Soker juga tetap gratis. Namun, tidak dibuka 24 jam dan hanya berlaku selama masa Lebaran, yani H-7 dan H+8 Lebaran. "Jadi, kalau ingin menggunakan jalur fungsional Tol Soker, maksimal hanya pukul 17.00 WIB. Kalau diperpanjang, maksimal hanya sampai pukul 21.00 WIB," jelasnya.

Jalur fungsional itu diberlakuan dalam rangka mengurangi angka kemacetan saat Lebaran, kendati Tol belum jadi 100%. Namun, dengan infrastuktur yang seadanya, tol tetap bisa difungsionalkan.

Jalur fungsional itu antara lain Salatiga-Boyolali, Sragen-Ngawi. "Yang jelas, karena masih fungsional, tanpa penerangan, tanpa rambu memadai dan tanpa marka jalan. Jadi, kecepatan dibatasi maksimal 60 km/ jam di jalur fungsional ini," jelasnya.

Pata melanjutkan, selain menggratiskan biaya masuk tol, PT JSN bekerjsama dengan TNI-Polri ikut mengamankan wilayah-wilayah tol, termasuk petugas derek, bengkel, dan pengisian bahan bakar keliling di sepanjang tol. Sejumlah rest area di titik Tol juga disiapkan di mana terdapat fasilitas toilet, musala, warung makan, pengisian BBM, dan lain-lain.