E-KTP Tercecer di Bogor, Mendagri Duga Sabotase!

Mendagri Tjahjo Kumolo Saat Memberikan Paparan di Musrembangprov di Gedung Gradika Jalan Pahlawan, Semarang, Jumat (9/2/2018) - Bisnis.com/ Alif Nazzala Rizqi
27 Mei 2018 18:31 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memerintahkan jajaran di kementeriannya untuk menginvestigasi kemungkinan adanya unsur sabotase dalam peristiwa tercecernya e-KTP di kawasan Bogor, Jawa Barat.

"Perintah Mendagri kepada Sekjen, Irjen dan biro hukum, segera turun lakukan investigasi di Ditjen Dukcapil siapa yang tanggung jawab dan pasti ada unsur sabotase, walau e-KTP rusak/invalid kenapa tidak langsung dihancurkan dan kenapa harus memindahkan ke gudang Dukcapil di Bogor," ujar Tjahjo melalui keterangan kepada pers, di Jakarta, Minggu (27/5/2018).

Tjahjo mempertanyakan mengapa e-KTP yang rusak tidak dihancurkan. Jika memang dibawa, dia mempertanyakan mengapa e-KTP rusak itu tidak diangkut dengan mobil tertutup dan dijaga sehingga kartu-kartu itu tidak akan tercecer.

"Walau hanya ratusan yang tercecer, dua kardus dan tidak ada nama palsu, WNA atau apa pun, harusnya tetap waspada kalau disalahgunakan," tegas Tjahjo.

Tjahjo meminta pihak kepolisian untuk mengusut peristiwa ini. Ia juga memerintahkan kepada jajaran Ditjen Dukcapil untuk menghancurkan atau membakar e-KTP yang rusak/invalid.

"Jangan dibawa-bawa ke gudang, waspada disalahgunakan. Selasa besok harus selesai usulan mutasi, pejabat dukcapil yang harus bertanggung jawab, dinonjobkan. Saya berpendapat sebagai Mendagri, ini sudah bukan kelalaian tapi sudah unsur kesengajaan, demikian penjelasan saya," ujar Tjahjo Kumolo.

Sebelumnya beredar unggahan yang menunjukkan sejumlah KTP elektronik yang diperkirakan berjumlah ratusan, tercecer di kawasan Bogor, Jawa Barat. E-KTP tercecer itu beralamat Sumatra Selatan. Menurut Dukcapil, e-KTP yang tercecer itu merupakan KTP elektronik yang rusak/invalid dan hendak dibawa dari gudang sementara di Pasar Minggu ke gudang Kemendagri di Bogor.

Di akun Rakyat Jakarta, foto-foto tersebut dibubuhi kalimat yang intinya ada penemuan ribuan KTP di Pertigaan Salabenda, Kemang, Bogor, dan diklaim berasal dari China. Padahal, tak ada keterangan jelas tentang siapa pemilik KTP dan dari mana ribuan KTP itu berasal.

Sumber : Antara

Kolom 7 hours ago

Sungkem Orang Tua