Pilgub Jateng 2018: Solo Kekurangan 69.604 Surat Suara, Sukoharjo 1.025

Satu surat suara rusak karena berlubang saat dilakukan sortir petugas di Pendapa Kantor KPU Sukoharjo, Sabtu (26/5 - 2018). (Solopos/Trianto Hery Suryono)
27 Mei 2018 18:15 WIB Farida Trisnaningtyas Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Kota Solo kekurangan 69.604 lembar surat suara untuk keperluan Pemilihan Gubernur  (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) 27 Juni 2018 mendatang. Kekurangan itu sesuai hasil penyortiran oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo, Selasa-Sabtu (22-26/5/2018).

Jumlah sebanyak itu di antaranya tak bisa dipakai lantaran dinilai rusak dan kekurangan jumlah surat suara pada setiap boks untuk masing-masing kecamatan. Pada hari terakhir penyortiran, tinggal dua kecamatan yang belum rampung sepenuhnya, yakni Pasar Kliwon dan Laweyan.

Komisioner KPU Solo Divisi Logistik dan Keuangan, Suryo Baruno, mengatakan kekurangan ini salah satunya karena surat suara rusak ada bercak tinta dan cetakan yang tak sempurna. Begitu pula dengan kekurangan jumlah pada setiap boks yang semestinya berisi 2.000 lembar.

“Pasar Kliwon dan Laweyan belum semuanya disortir. Lembar yang rusak karena kebanyakan ada noda bercak tinta sehingga tak bisa dipakai. Setelah tahapan ini rampung, kami langsung laporkan hasil rekapan ke KPU Provinsi untuk meminta ganti,” katanya kepada Solopos.com, Minggu (27/5/2018).

Di sisi lain, KPU Solo berencana terus menggencarkan sosialisasi Pilgub Jateng 2018 hingga setelah Lebaran mendatang. Kali terakhir saat puasa Ramadan, ada peran pengganti yang mengenakan topeng dua pasangan calon (paslon) membagi takjil di Perempatan Nonongan, Jumat (25/5/2018) sore.

Ketua KPU Solo, Agus Sulistyo, mengatakan ini adalah satu satu cara yang ditempuh KPU untuk kian mengenalkan Pilgub kepada masyarakat. Setelah organisasi kemasyarakatan (ormas), KPU bakal menyasar pasar-pasar tradisional.

Di sisi lain, Sukoharjo juga kekurangan surat suara Pilgub Jateng 2018 tapi jumlahnya tak sebanyak Solo. Berdasarkan hasil penyortiran KPU setempat Sukoharjo hanya kekurangan 1.025 lembar surat suara.

Kekurangan itu diharapkan segera dipenuhi sehingga saat distribusi logistik ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dilanjutkan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Tempat Pemungutan Suara (TPS) sudah komplet. Ke-1.025 lembar kekurangan itu terdiri atas kerusakan surat suara setelah disortir sejumlah 236 lembar dan kekurangan kiriman sebanyak 789 lembar.

“Surat suara menurut berita acara serah terima sejumlah 669.754 lembar tetapi setelah disortir hanya 668.965 lembar. Kekurangan itu sudah kami [KPU] laporkan dan kini tinggal menunggu kapan dikirim atau mengambil ke KPU Provinsi Jateng," jelas Komisioner KPU Sukoharjo Divisi Logistik, Nuril Huda, Sabtu (26/5/2018).

Nuril menjelaskan kerusakan surat suara disebabkan empat faktor yaitu terdapat noda (155 lembar), sobek (27 lembar), terpotong (51 lembar) dan terdapat lubang (3 lembar). Dia menegaskan sesuai regulasi jumlah surat suara tersedia adalah Daftar Pemilih Tetap ditambah 2,5 persennya.

“Jika tidak segera dilengkapi, ya tetap kurang [surat suara]. Kebutuhan sesuai regulasi itu sebanyak 669.754 lembar,” jelasnya.

Terpisah, anggota Panwaslu Sukoharjo Divisi Penindakan dan Pelanggaran, Eko Budiyanto, membenarkan kekurangan surat suara ada 1.025 lembar. Namun, Panwaslu Sukoharjo telah mengirimkan surat rekomendasi kepada KPU perihal proses sortir dan melipat surat suara yang tak sesuai prosedur.

“[Surat] Rekomendasi itu berisikan temuan anggota Panwaslu bahwa pelipat tidak membuka surat suara terlebih dahulu sehingga tidak diketahui kondisi lembaran surat suara, apakah rusak atau tidak.”

Eko mengatakan dengan melihat terlebih dahulu lembaran surat suara saat sortir dan melipat akan meminimalkan surat suara rusak yang diterima di masing-masing TPS (tempat pemungutan suara). “Surat rekomendasi itu ditanggapi KPU pada hari ketiga sehingga pada hari terakhir prosesnya sudah sesuai seperti saat pembekalan,” jelasnya. (Trianto Hery Suryono)