Stok Pangan Ditambah 30%, Ini Capaian Sukses Kerja Kementan

Mentan Amran Sulaiman (Okezone/Dok Kementan)
22 Mei 2018 16:57 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA - Selama bulan Ramadan Kementerian Pertanian (Kementan) menambah stok pangan menjadi 20% sampai 30%. Dalam Seminar Nasional Ketersediaan Pangan, Kementan merilis capaikan kerja dalam beberapa kurun waktu terakhir. 

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kepada wartawan seusai Seminar Nasional Ketersediaan Pangan: Swasembada vs Impor (Hasil Audit BPK RI), yang diselenggarakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan telah meningkatkan pasokan kebutuhan pangan 20%-30% daripada hari-hari biasanya.

Dalam seminar itu Ketua DPR Bambang Soesatyo dan Anggota IV BPK Prof. Rizal Djalil menjadi narasumber dalam seminar bertempat di Auditorium BPK Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2018).

Hadir pula dalam seminar itu berbagai elemen yang membidangi dalam hal perberasan seperti DPR Komisi IV, Bulog, KPPU, Pemerintah Daerah, serta Asosiasi Perberasan.

"Sekali lagi kami sampaikan ke seluruh masyarakat Indonesia, untuk pangan, cukup, lebih dari cukup (stoknya). Kami sudah siapakan stok 20-30 persen dari normal untuk Ramadhan. Kami minta para pedagang, jangan naikkan harga," jelas Menteri Amran sebagaimana dikutip dari Okezone.com.

Anggota IV BPK Prof Rizal Djalil pada paparannya menilai komoditas pangan khususnya beras menjadi sangat strategis perannya bagi kedaulatan bangsa. "Kuasai minyak maka kamu akan kuasai bangsa, kuasai makanan maka kamu akan kuasai masyarakatnya", ujar Djalil mengutip pernyataan tokoh Amerika Serikat Henri Kissinger.

Djalil menyoroti persaingan atas kebutuhan pangan dari segi konsumsi dan nilai jual menjadi sangat krusial dalam persaingan perdagangan antar negara. Selain itu, Djalil juga mengapresiasi capaian perluasan lahan pertanian di era Menteri Amran.

"Menteri Pertanian dengan jajarannya telah berhasil melakukan pencetakan sawah baru, dengan kantong utama Jawa dan Sulsel. Ada pendapat supaya itu disetop, menurut saya kurang arif, kalau ada masalah dengan oencetakan itu, kita perbaiki saja, bukan programnya disetop," tambahnya lebih lanjut.

Ketua DPR Bambang Soesatyo dalam paparannya mengungkapkan, "Bicara soal pangan, ini memang bicara bisnis besar, bisnis triliyunan. Yang hanya modal paper, keuntungan bisa dalam waktu singkat diraih."

Dalam forum tersebut, berbagai hal yang telah dicapai oleh Kementerian Pertanian mendapat apresiasi tersendiri dari anggota Komisi IV DPR RI Muchtar Luthfi.

"Saya atau kita semua tentu mengapresiasi prestasi Mentan yang telah berhasil meningkatkan produksi bahkan melakukan ekspor", terangnya.

Dalam forum tersebut Menteri Amran mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian memfokuskan peningkatan produksi pada lebih dari 400 komoditas pertanian yang ada. Beberapa telah menuai hasil, mulai dari meningkatkan ekspor, hingga membalikkan keadaan dari impor menjadi ekspor.