Liga Arab Akan Balas Negara yang Pindahkan Kedubes ke Yerusalem

Bendera Israel dengan latar belakang Masjid Al Aqsa, Yerusalem. (Reuters)
18 Mei 2018 13:00 WIB Newswire Internasional Share :

Solopos.com, KAIRO – Liga Arab  menyusun rencana membalas Amerika Serikat atau negara lain yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel atau memindahkan kedutaan mereka ke kota tersebut, Kamis (18/5/2018).

Pertemuan darurat Liga Arab di tingkat menteri luar negeri di Kairo, menuntut organisasi pan-Arab untuk membentuk komite ahli independen internasional guna menyelidiki pelanggaran dan kejahatan baru-baru ini yang dilakukan oleh pasukan Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza. Tak kurang dari 63 orang Palestina tewas dan ratusan orang lagi cedera akibat perbuatan pasukan Israel itu.

Dewan Menteri Luar Negeri Arab menyampaikan penolakan dan pengutukannya terhadap keputusan AS mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan pemindahan Kedutaan Besarnya ke kota suci yang menjadi sengketa itu.

Dilansir Antara dari Xinhua, Jumat (18/5/2018), Dewan tersebut juga mengutuk rencana Guatemala memindahkan Kedutaan Besarnya di Israel ke Jerusalem, dan menegaskan Liga Arab akan melakukan semua langkah ekonomi dan tindakan politik.

Pada Senin (14/5/2018), Amerika Serikat memindahkan Kedutaan Besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem, enam bulan setelah Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Sedikitnya 63 orang Palestina di Jalur Gaza tewas dan sebanyak 2.800 lagi cedera selama tiga hari belakangan dalam bentrokan antara pasukan Israel dan pemrotes Palestina yang menentang pemindahan Kedutaan Besar AS ke Jerusalem.

Protes massal Palestina dilancarkan sejak 30 Maret di lima lokasi berbeda di sepanjang perbatasan antara bagian timur Jalur Gaza dan Israel.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit mengatakan negara Arab akan menuntut Dewan Keamanan PBB membentuk komite penyelidikan mengenai kejahatan terakhir Israel di Jalur Gaza.

Jika Amerika Serikat menghalangi aksi Arab tersebut sebagaimana perkiraan, maka negara Arab akan melanjutkan ke Sidang Majelis Umum PBB, kata Aboul-Gheit kepada wartawan selama pertemuan itu.

Aboul-Gheit mengatakan Dewan Hak Asasi Manusia PBB dijadwalkan bersidang pada Jumat di Jenewa, dan menyatakan badan tersebut memiliki wewenang untuk membentuk komite bagi peristiwa semacam itu.

Delegasi Liga Arab di New York direncanakan mulai Kamis malam melaksanakan apa yang disepakati selama pembicaraan Kamis di Kairo mengenai pemindahan Kedutaan Besar AS, demikian penegasan pemimpin Liga Arab tersebut.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel bin Ahmed Al-Jubeir --yang memimpin pertemuan itu-- mengatakan keputusan AS memindahkan Kedutaan Besarnya dari Tel Aviv ke Jerusalem membangkang terhadap hukum internasional dan mengabaikan hak asasi rakyat Palestina.

Menteri Arab Saudi tersebut juga mengutuk pembunuhan puluhan pemrotes Palestina di Jalur Gaza oleh pasukan Israel selama beberapa hari belakangan.

Kolom 14 hours ago

Mengapa Ada Teror?