Akses Masuk Markas Polisi di Sragen Dibatasi untuk Cegah Teror

Dua orang personel Satsabhara Polres Sragen bersenpi laras panjang berjaga di depan pos penjagaan di belakang pintu masuk halaman Mapolres Sragen, Selasa (15/5 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
18 Mei 2018 00:00 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Tim gabungan TNI/Polri bersinergi untuk penguatan dan peningkatan pengamanan di markas komando Polri, mulai dari tingkat Polres, Polsek, dan pos polisi. Peningkatan pengamanan tersebut dilaksanakan Polres bersama Kodim 0725/Sragen sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya ancaman terorisme seperti yang terjadi di Surabaya, Sidoarjo, dan lainnya.

Di Mapolres Sragen, akses masuk dibatasi. Biasanya dua pagar utama di depan Mapolres terbuka lebar, kini hanya dibuka selebar 1-2 meter di pos penjagaan. Dua personel bersenjata api laras panjang berjaga di depan pos penjagaan tersebut. Akses lewat pintu samping dekat Rumah Dinas Kapolres Sragen yang biasanya terbuka untuk anggota Polri juga ditutup rapat.

Tokopedia

“Tadi ada salah satu wartawan radio yang masuk halaman Mapolres Sragen dengan membawa tas laptop warna hitam juga diperiksa. Termasuk warga lain yang masuk juga harus menjalani pemeriksaan semua,” ujar salah satu personel polisi, Tatik, saat berbincang dengan Solopos.com menjelang pemusnahan minuman keras di Mapolres Sragen, Selasa (15/5/2018) siang.

Peningkatan penjagaan oleh personel Satuan Sabhara Polres Sragen dan TNI tidak sekadar di Mapolres tetapi juga dilaksanakan di setiap Polsek dan pos polisi.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat ditemui wartawan, Selasa siang, mengatakan Polres bersama Kodim melakukan upaya preventif atau pencegahan terhadap ancaman terorisme. Pencegahan itu, kata dia, dilaksanakan dengan peningkatan penjagaan di setiap markas komando dan pengamanan di tempat ibadah, terutama gereja.

Tempat-tempat tersebut menjadi sasaran peningkatan penjagaan karena kasus bom bunuh diri di Surabaya juga menyasar pada Mapolrestabes dan gereja.

“Penguatan pengamanan markas komando itu dilakukan di Polres, Polsek, dan pospol. Saya sudah keliling ke Polsek-Polsek. Di setiap Polsek ada penjagaan yang membaur antara personel Polri dan TNI. Sinergi Polri dan TNI ini sebagai wujud ketahanan, keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Kapolres didampingi Dandim 0725/Sragen Letkol (Arh) Camas Sigit Prasetyo.

Kapolres menyatakan Polri dan TNI siap menghadapi segala potensi ancaman terorisme. Arif mengaku tidak pernah takut dengan terorisme. Upaya penjagaan dan pengamanan tersebut, kata dia, dilaksanakan sampai potensi ancaman menurun dan situasi atau kondisi Sragen kondusif.

“Semua warga yang masuk area Mapolres maupun Mapolsek diperiksa langsung. Saya berkeliling ke Polsek. Pengamanan gabungan Polri TNI ini juga ke gereja. Kemarin, saya ke Polsek Gemolong juga ada personel TNI dari Koramil yang ikut berjaga. Artinya, saya tidak cuma ngomong tetapi serius dan ada aksi nyatanya,” tuturnya.