Istri Anwar Ibrahim Tolak Tawaran Raja Jadi PM Malaysia

Wan Azizah, istri Anwar Ibrahim. (Malaymail.com)
17 Mei 2018 15:10 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, KUALA LUMPUR Anwar Ibrahim, salah satu tokoh politik penting di Malaysia telah dibebaskan dari penjara berkat pengampunan dari Raja Malaysia, Yang Dipertuan Agung Sultah Muhammad V, Rabu (16/5/2018). Pria berusia 70 tahun itu sempat mendekam di penjara selama tiga tahun akibat tersandung kasus pelecehan seksual. Kini, dia bisa menghirup udara bebas dan disebu-sebut bakal menggantikan posisi Mahathir Mohamad sebagai Perdana Menteri Malaysia.

Tapi, sebelumnya Raja Malaysia menawarkan jabatan sebagai perdana menteri kepada istri Anwar Ibrahim, Wan Azizah. Penolakan ini terjadi lantaran dia telah sepakat dengan koalisi Pakatan Harapan untuk memilih Mahathir Mohammad sebagai perdana menteri.

Tokopedia

Anwar Ibrahim mengatakan, Wan Azizah menolak tawaran tersebut karena telah sepakat memilih Mahathir Mohamad. Wan Azizah juga merasa belum siap menerima jabatan tersebut. Sebagai gantinya, Wan Azizah meminta suaminya dibebaskan lebih cepat.

"Yang Dipertuan Agung mengatakan jarang melihat ada politisi yang memegang teguh janji mereka. Raja kemudian berjanji untuk mengampuni saya secepat mungkin," kata Anwar Ibrahim dalam pidatonya setelah bebas seperti dilansir The Star, Kamis (17/5/2018).

Sebelumnya Anwar Ibrahim dijadwalkan bebas dari penjara pada 8 Juni 2018 mendatang setelah dikurung sejak 10 Februari 2015. Sebenarnya, masa hukuman atas kasus pelecehan seksual yang harus dijalaninya adalah lima tahun. Namun, dia mendapat pengurangan hukuman karena bersikap baik selama berada di dalam penjara. Belakangan, dia dirawat di Rumah Sakit Rehabilitasi Cheras, Kuala Lumpur, Malaysia, guna menjalani perawatan akibat cedera bahu yang dideritanya.

Dalam pidatonya, Anwar Ibrahim mengucapkan terima kasih kepada Mahathir Mohamad yang telah membantu membebaskannya. Anwar Ibrahim mendekam di penjara akibat kasus pelecehan seksual yang dilakukan pada 1998 silam. Kala itu, dia menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia mendampingi Mahathir Mohamad. Dia melakukan tindak asusila kepada juniornya.

Tindakan itu membuat Anwar Ibrahim kehilangan jabatan karena dipecat oleh Mahathir Mohamad dari kabinet. Dia dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara pada 1999 namun dibebaskan pada 2004. Tapi, pada Juli 2008 dia kembali ditangkap atas tuduhan sodomi terhadap seorang asisten priadinya.

Pada 7 Maret 2014, Anwar dinyatakan bersalah atas tuduhan sodomi dan dijatuhi hukuman penjara lima tahu. Kemudian pada 24 April 2014, Anwar mengajukan banding atas hukuman penjara lima tahun itu. Namun 10 Februari 2015, Pengadilan Federal Malaysia menolak banding Anwar dan tetap memvonisnya lima tahun penjara.

Semua pengalaman pahit yang dialami Anwar Ibrahim membuat hubungannya dengan Mahathir Mohamad kian akrab. Dia mengaku sama sekali tidak dendam dengan Mahathir Mohamad meski sempat bersaing di panggung politik Malaysia. Hubungan keduanya mencair saat partai Anwar mengusung nama Mahathir dalam pemilu kali ini. Mahathir pun menepati janjinya membebaskan mantan lawan politiknya itu setelah memenangi pemilihan umum Malaysia 2018.

Setelah bebeas, kabarnya Anwar Ibrahim bakal menggantikan posisi Mahathir Mohamad sebagai Perdana Menteri Malaysia. Menurut kabar yang beredar, Mahathir Mohamad hanya akan menjadi Perdana Menteri Malaysia selama dua tahun. Sisa jabatannya itu akan diberikan kepada Anwar Ibrahim.

 

Kolom 16 hours ago

Kiri Zaman Kini