Ketua JAD Jatim Diciduk di Malang, 14 Orang Ditangkap Terkait Bom Surabaya

Personel penjinak bom (Jibom) bersiap melakukan identifikasi di lokasi ledakan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5 - 2018). (Antara / M Risyal Hidayat)
17 Mei 2018 00:00 WIB Antara Nasional Share :

Solopos.com, BLITAR -- Terduga teroris yang diamankan oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri, Syamsul Arifin, 37, asal Desa Jatinom, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dikenal sebagai ustaz oleh para tetangganya. Ketua RT di lingkungan Syamsul Arifin, yaitu Sutikno, mengatakan Syamsul adalah warga yang tinggal di lingkungannya.

Sutikno menyebut Syamsul sudah lama tinggal dan sehari-hari dikenal sebagai ustaz. "Dia betul warga sini, sejak kecil di daerah sini. Untuk kesehariannya, setahu saya dia ustaz," kata Sutikno di rumahnya, Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Rabu (16/5/2018).

Ia mengatakan, sosok Syamsul dikenal baik, namun ia tidak terlalu akrab. Ia terakhir kali bertemu dengan yang bersangkutan sekitar lima hari lalu, setelahnya sudah tidak tahu lagi, hingga mendengar kabar warganya itu dibawa oleh polisi.

Perihal istri Syamsul, Sutikno mengaku juga tidak terlalu akrab. Dirinya hanya tahu keseharian istri Syamsul lebih banyak di rumah. Sesekali dirinya bertemu saat istri dari Syamsul itu jalan-jalan. "Kalau istri di rumah, tidak ada kegiatan. Sehari-hari jalan saja," katanya.

Sementara itu, Kurniawan, salah seorang tetangga mengatakan sebenarnya Syamsul mempunyai hubungan baik dengan tetangga, tapi untuk di luaran dirinya tidak tahu. Syamsul biasanya berjualan buku. Ia juga tidak menyangka jika tetangganya itu dibawa aparat penegak hukum.

"Kalau keseharian jualan buku. Di lingkungan juga biasa, hubungannya baik dengan para tetangga, hanya di luaran saya tidak tahu," katanya.

Rumah Syamsul yang ada di Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, telihat sepi. Namun, tidak ada garis polisi yang ada di rumah tersebut, walaupun polisi telah membawa yang bersangkutan. Untuk dua anak mereka, belum diketahui pasti, termasuk apakah ikut dibawa petugas.

Sebelumnya, Tim Densus 88 Mabes Polri dilaporkan telah berhasil menangkap Ketua Jamaah Ansharud Daulah (JAD) Jawa Timur Abu Umar alias AU di Singosari, Kabupaten Malang. Hal itu diungkapkan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Komisaris Frans Barung Mangera mengungkapkan AU adalah Abu Umar alias Syamsul Arifin warga Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Ia ditangkap bersama istrinya Wahyu Mega Wijayanti, 40, di sebuah rumah kontrakan di Singosari, Malang.

Selain menangkap Abu Umar dan istrinya, Densus juga menangkap terduga teroris lainnya. Secara total terdapat 14 terduga teroris hidup-hidup yang diamankan dan terdapat tiga terduga lainnya yang terpaksa ditembak, karena melawan petugas.

Penangkapan 14 terduga teroris itu dilakukan sejak Senin (14/5/2018) hingga Selasa (15/5/2018). Penangkapan mereka adalah bagian dari penindakan setelah terjadi rentetan bom yang mengguncang Surabaya dan Sidoarjo.

Tokopedia