Tembakan Gas Air Mata Tentara Israel Renggut Nyawa Bayi Palestina

Sejumlah orang menagisi kematian bayi Leila Al Ghandour (Sky News)
16 Mei 2018 05:45 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, GAZA – Bentrokan di Jalur Gaza, Senin (14/5/2018), menyisakan duka mendalam bagi warga Palestina. Peristiwa paling berdarah itu memakan 55 korban jiwa dan membuat lebih dari 2.000 orang terluka. Bentrokan ini terjadi sebagai respons terkait peresmian Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Israel di Yerusalem oleh Ivanka Trump.

Salah satu korban tewas dalam bentrokan di Jalur Gaza adalah seorang bayi berusia delapan bulan bernama Leila Al Ghandour. Bayi malang itu meninggal dunia di rumah sakit setempat, Selasa (15/5/2018), pagi. Menurut kabar yang beredar, bayi kecil itu meninggal dunia akibat tekena gas air mata yang disemprotkan tentara Israel.

Ramadan Ekstra - Promo Belanja Kebutuhan Lebaran 2018 - Tokopedia

Dilansir Independent, sejumlah kerabat Leila Al Ghandour tak kuasa menahan tangis melihat bayi malang yang terbujur tak bernyawa itu. Kabarnya, bayi malang itu berada cukup dekat dengan wilayah yang diserang tentara Israel.

Bentrokan yang terjadi di Jalur Gaza Senin lalu merupakan yang paling dahsyat sejak konflik Israel-Palestina 2014 silam. Sudah lebih dari 100 orang warga sipil Palestina meninggal dunia akibat aksi demonstrasi yang digelar mulai akhir Maret 2018 untuk merebut kembali hak mereka.

Seperti diketahui, peresmian Kedubes Amerika Serikat untuk Israel di Yerusalem menuai kontroversi. Hal itu bergulir sejak 6 Desember 2017 setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui Yerusalem sebagai ibu kota negara Israel. Puncaknya, Ivanka Trump mewakili pemerintah Amerika Serikat menghadiri acara peresmian yang memicu aksi demonstrasi di Jalur Gaza dan kecaman warga dunia. Bahkan, pemerintah Afrika Selatan dan Turki sampai menarik duta besar mereka dari Israel karena tidak setuju dengan keputusan Amerika Serikat.