Media Massa Israel Kecam Bentrokan Berdarah di Jalur Gaza

Bentrokan di Jalur Gaza (Reuters/Mohammed Salem)
15 Mei 2018 16:30 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, GAZA – Sejumlah media massa lokal di Israel mengecam bentrokan yang terus terjadi di Jalur Gaza. Bentrokan yang terjadi antara warga Palestina dan tentara Israel di sebelah timur Jalur Gaza, Senin (14/5/2018), disebut merupakan yang paling dahsyat. Bentokan itu terjadi karena warga Palestina menolak pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Israel ke Yerusalem.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza, Ashraf Al-Qedra, mengatakan kepada wartawan, tentara Israel telah menembak hingga tewas 55 orang Palestina dan melukai 2.771 orang lainnya. Itu merupakan hari paling berdarah sejak berakhirnya agresi besar militer Israel terhadap Jalur Gaza pada musim panas 2014.

Tokopedia

Peristiwa berdarah itu menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk media massa lokal Israel. Surat kabar Haaretz menerbitkan artikel berjudul Hentikan Pertumpahan Darah. Dalam artikel tersebut mereka menuliskan keprihatinan terhadap nasib buruk yang dialami warga Israel.

"Israel memang berhak mempertahankan wilayahnya. Namun, bukan berarti negara berhak melakukan tindakan semena-mena seperti yang terjadi di jalur Gaza," demikian penggalan artikel yang dilansir Haaretz, Selasa (15/5/2018).

Pihak surat kabar Haaretz menyebut tindaka Israel terhadap Palestina sangat keterlaluan. Sebab, tak satupun warga Palestina yang berada di bawah pimpinan Hamas menyerang menggunakan roket maupun rudal ke wilayah Israel. Sementara tentara Israel menghujani mereka dengan tembakan.

"Tidak ada tentara maupun penduduk Israel yang terluka. Tapi, mereka justru melukai demonstran Palestina yang tidak bersenjata dengan sangat keji," sambung artikel tersebut.

Seperti diketahui, pemerintah Amerika Serikat diwakili Ivanka Trump, meresmikan Kedubes Amerika Serikat, Senin (14/5/2018). Putri Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku sangat senang kembali ke Yerusalem. Peresmian Kedubes ini memicu kecaman dari sejumlah warga dunia, termasuk Indonesia.

 

Kolom 16 hours ago

Kiri Zaman Kini