Ini Bahayanya Bom-Bom dari Rumah Pelaku Teror Surabaya

Polisi menghentikan dan memeriksa warga yang melintas di Jalan Niaga Samping setelah terjadi ledakan di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5 - 2018). (Antara/Didik Suhartono)
15 Mei 2018 20:35 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, SOLO-- Berbagai jenis bom dan bahan peledak ditemukan polisi dalam sejumlah penggerebekan di Surabaya dan Sidoarjo pasca teror bom di kedua kota itu. Sebagian bom telah dimusnahkan oleh polisi karena siap meledak, sebagian lain masih belum dirakit.

Dari lokasi penggerebekan di rumah Dita Upriyanto di Wisma Indah, Wonorejo, Rungkut, Surabaya, polisi menemukan bom dan bahan baku pembuatan bom. Sedangkan dari tempat Anton Febriantono, Blok B Lantai 5 Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, ada sejumlah jeriken putih dan dan jeriken biru besar yang diduga bahan pembuatan bom.

Anton tewas dalam ledakan saat sedang menyiapkan bom pipa dengan bahan triacetone triperoxide (TATP) yang high explosive. Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Anton dan Upriyanto berteman dekat dan pernah berkunjung ke LP Terorisme di Tulungagung pada 2016 lalu.

Sedangkan dari Jl Krukah Selatan, Ngagelrejo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, polisi menemukan bom yang sudah jadi dan siap meledak. Bom tersebut ditempatkan dalam sebuah kontainer plastik yang terdiri atas mug logam.

"Ini mug dari logam, kalau meledak jadi serpihan seperti peluru, kl kena orang berbahaya. Ada bom pipa. Pakai kontainer plastik, bahannya ada dalam pipa ini," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setya Wasisto dalam konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (15/5/2018), disiarkan live oleh TV One.

Tim Densus 88 dan Gegana juga meledakkan puluhan bom milik terduga teroris pelaku pengeboman Polrestabes Surabaya di dua lokasi berbeda, yaitu di Rungkut, Surabaya.

"Suara ledakan begitu keras dari radius 400 meter," kata Deni, salah seorang saksi yang melihat langsung peledakan bom oleh Densus 88 di lahan kosong milik Pemkot Surabaya di Medokan Sawah Timur, Rungkut, Surabaya.

Informasi yang dihimpun Antara di lokasi kejadian, Densus 88 menemukan puluhan bom yang diduga jenis pipa di rumah kontrakan Tri Murtiono. Orang ini yang meninggal saat meledakkan bom di Mapolrestabes Surabaya.

Oleh Densus 88, bom tersebut kemudian diledakkan di dua lokasi yang berbeda, yakni di rumah terduga teroris di Tambak Medokan Ayu Gang 6 Nomor 2 A, Rungkut, dan di lahan kosong milik Pemkot Surabaya yang biasa digunakan latihan militer Kodim 0831 Surabaya di Medokan Sawah Timur, Rungkut.

Sedikitnya tiga bom diledakkan di rumah terduga teroris di jalan Tambak Medokan Ayu dan puluhan bom yang diledakkan di lahan milik Pemkot Surabaya di Medokan Sawah. "Tadi baru satu kali, nanti ada lagi yang diledakkan," kata salah seorang anggota kepolisian Densus 88 yang enggan disebut namanya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan sebelumnya mengatakan pihaknya meminta waktu terlebih dahulu untuk mempersiapkan segala sesuatunya terkait pemusnahan bom tersebut. "Kita coba memusnahkan dulu," katanya.

Diketahui, Tri Murtiono (bapak), Tri Ernawati (ibu), Muhammad Dafa Amin Murdana (anak pertama), Muhammad Dana Satria Murdana (anak kedua) dan Aisya Azahra Putri (anak ketiga) secara bersamaan meledakkan bom bunuh diri di depan pintu masuk kantor Polrestabes Surabaya pada Senin (14/5/2018).

Dari kejadian tersebut, bapak, ibu dan dua anaknya meninggal dunia, sementara satu anaknya  berhasil diselamatkan petugas kepolisian.

Sumber : Newswire