Sebelum Beraksi, Dita Titip Bom ke Pelaku Teror Mapolrestabes Surabaya

Petugas kepolisian berjaga di sekitar lokasi ledakan di Rusunawa Wonocolo, Taman, Sepanjang, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (13/5 - 2018) malam. (Antara/Umarul Faruq)
15 Mei 2018 18:55 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Sebanyak 13 orang ditangkap oleh aparat Densus 88 Antiteror pascateror bom di sejumlah lokasi di Surabaya awal pekan ini. Dari penangkapan itu, polisi mengungkapkan kaitan antara teror bom di tiga gereja, ledakan di Rusunawa Wonocolo, dan bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya.

Kadiv Humas Mabes Polri Setyo Wasisto mengatakan bahwa Dita Uprianto, pelaku bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Arjuna, menitipkan bom kepada rekannya, F alias Witang, sebelum beraksi pada Minggu (13/5/2018) malam. Dita sendiri merupakan pemimpin Jamaah Anshorud Daulah (JAD) Surabaya.

Tokopedia

"[JAD Surabaya] Ketuanya Dita. Dita menitipkan bom kepada inisial F alias Witang, ini meninggal dunia juga di Mapolrestabes [Surabaya]. Juga Tri dan Anton. Tri adalah pelaku di Mapolrestabes," kata Setyo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (15/5/2018) sore, yang disiarkan live oleh TV One.

Dalam upaya penangkapan terhadap para terduga teroris, Setyo menyebut ada dua orang yang meninggal dunia karena melakukan perlawanan. Salah satunya adalah BS yang diketahui sebagai penyandang dana JAD Surabaya. Witang, Dita, dan Tri, saat itu memang sudah siap melakukan bom bunuh diri.

"Selain di Jatim yang 13 [orang], Polri telah melakukan operasi penegakan hukum penangkapan terhadap 2 terduga teroris, yaitu di Sumsel. Inisialnya H alias Abdurrahman alias Abu Khansa, dan Hengki alias Abu Anshar," kata Setyo.

Sebelumnya, Surabaya kembali diguncang bom di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018) pukul 08.50 WIB. Sehari sebelumnya, bom mengguncang tiga titik di geraja Surabaya dan satu di Sidoarjo.

Menurut kepolisian, bom bunuh diri di Mapolresta Surabaya menggunakan sepeda motor yang dikendari seorang pria, perempuan, dan seorang bocah yang duduk di depan. Begitu pula dengan bom bunuh diri di 3 gereja yang dilakukan oleh satu keluarga.