Satu Korban Bom Gereja Surabaya Dimakamkan di Solo

Pemakaman salah satu korban bom Surabaya di TPU Bonoloyo, Solo, Selasa (15/5 - 2018). (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
15 Mei 2018 13:15 WIB Irawan Sapto Adhi Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Salah satu korban bom bunuh diri  di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Jl. Arjuno, Surabaya, atas nama Sri Pudji Astutik, 67, dimakamkan di Tempat Permakaman Umum (TPU) Bonoloyo, Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo, Selasa (15/5/2018).

Pudji dimakamkan di Solo atas permintaan dirinya saat masih hidup. Pudji merupakan warga Mangkubumen yang sejak usia sekitar 20 tahun merantau ke Surabaya. Keponakan Pudji Astuti, Tri Nuryanti, menyebut jenazah Pudji dimakamkan di TPU Bonoloyo dekat dengan makam sanak keluarga lain.

Tokopedia

Dia menyebut Pudji Astuti tak memiliki suami maupun anak saat meninggal dunia. Pudji Astuti pernah menikah di Surabaya  namun tidak lama kemudian bercerai.

Nuryanti mengenal sosok Pudji Astuti sebagai orang yang mandiri. Dia mampu bertahan dan mengembangkan usahanya seorang diri di Surabaya. Pudji diketahui memiliki satu rumah di Surabaya.

"Beliau sempat di rawat di RSAL dr. Ramelan. Sempat dilakukan tindakan operasi pengangkatan serpihan bom di wajah dan badan, tapi ternyata tak bisa diselamatkan. Beliau meninggal dunia pada pukul 24.00 WIB," jelas Nuryani.

Jenazah Pudji tiba di TPU Bonoloyo pada pukul 12.30 WIB. Jenazah diantar rombongan dari gereja.

 

Kolom 16 hours ago

Kiri Zaman Kini