Kapolri Ungkap Motif Pelaku Bom Surabaya

Personel penjinak bom (Jibom) bersiap melakukan identifikasi di lokasi ledakan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5 - 2018). (Antara / M Risyal Hidayat)
14 Mei 2018 14:00 WIB Septina Arifiani Nasional Share :

Solopos.com, SURABAYA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut motif pelaku bom yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur didasari atas balas dendam karena dua pimpinan mereka yang tergabung dalam Jemaah Ansharut Daulah (JAD) belum dibebaskan.

Aman Abdurrahman merupakan pimpinan JAD diketahui terlibat dalam pendanaan bom Thamrin, Jakarta yang terjadi 2016 silam. Sementara Zainal Anshori divonis bersalah terkait pendanaan dan memasukkan senjata api dari Filipina ke Indonesia.

"Proses hukum yang bersangkutan (Aman dan Zainal) membuat kelompok jaringan JAD Jatim, termasuk Surabaya  ini mereka memanas dan ingin melakukan pembalasan," kata Kapolri di Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Senin (14/5/2018), seperti dilansir Okezone.

Menurut Kapolri, bom yang digunakan oleh pelaku adalah jenis bom pipa yang dirancang sedemikian rupa hingga memiliki daya ledak tinggi (high explosive).

“Bahan peledak yang sangat terkenal dari ISIS dari bahan yang mudah diperoleh dan dirancang sedemikian rupa hingga menjadi bubuk putih, yang bisa menjadi high explosive,” kata Kapolri sebagaimana dipantau Solopos.com, dari siaran langsung Metro TV, Senin.

Kapolri Tito Karnavian juga mengatakan kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob beberapa waktu lalu tidak hanya dipicu soal makanan, tetapi juga ditengarai dinamika internasional yang melibatkan ISIS.

“Kerusuhan di Mako Brimob bukan hanya karena makanan, tetapi juga dinamika internasional dan akibat pembalasan atas pimpinan mereka,” kata Kapolri.