Bom Surabaya: 3 Keluarga Pelaku, 5 Lokasi, 25 Nyawa Melayang

Bom Mapolrestabes Surabaya (Istimewa)
14 Mei 2018 13:15 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SURABAYA -- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur Irjen Pol. Machfud Arifin mengungkapkan jumlah total korban meninggal dalam peristiwa bom bunuh diri  di Surabaya dan Sidoarjo, termasuk bom di Mapolrestabes Surabaya, mencapai 25 orang. Jumlah itu meliputi 13 pelaku dan 12 korban warga sipil.

Kapolda Jatim mengungkapkan ke-13 pelaku itu berasal dari tiga keluarga, satu keluarga melakukan pengeboman gereja di Surabaya, satu keluarga di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, (dua peristiwa ini terjadi pada Minggu, 13/5/2018), dan satu keluarga meledakkan bom di depan Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018) pagi.

"Satu keluarga yang meledakkan bom di depan Mapolrestabes Surabaya terdiri atas lima orang naik dua sepeda motor. Empat orang meninggal dunia, satu orang yang selamat masih anak-anak," kata Irjen Pol. Machfud Arifin saat memberi keterangan pers di Surabaya bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang disiarkan live di Metro TV, Senin.

Total ada lima lokasi pengeboman  di Surabaya dan Sidoarjo, terdiri atas tiga gereja, satu rusunawa, dan Mapolrestabes Surabaya. Sementara itu, Kapolri mengatakan aksi bom bunuh diri melibatkan anak-anak merupakan kali pertama di Indonesia. Mengenai kejadian di Rusunawa Wonocolo, Kapolri mengatakan itu seperti senjata makan tuan.

Di rusunawa itu, ungkap Kapolri, ditemukan bom pipa mirip yang ada di gereja. Bahan peledaknya masuk kategori TATP, triacetone triperoxide, atau yang dikenal juga dengan nama mother of satan, memiliki daya ledak tinggi dan sensitif. Cukup dengan guncangan atau panas sudah bisa meledak, tidak perlu detonator. "Di rusun ada kesalahan pada sistem switching sehingga meledak, senjata makan tuan," jelas dia.

Kapolri menyebut tiga keluarga pelaku bom bunuh diri  itu berasal dari satu jaringan yang sama. Alasan mereka beraksi di Surabaya karena mengenal daerah tersebut. Selain itu karena ada pimpinan mereka yang ditangkap serta ada instruksi dari pusat ISIS di Suriah.

"Ini [bom bunuh diri] tidak ada kaitan dengan agama apa pun, melainkan dengan jaringan [teroris] baik di dalam negeri, regional, maupun Timur Tengah. Kami akan bekerja lebih keras lagi menangani ini," kata Kapolri

Kolom 14 hours ago

Mengapa Ada Teror?