Begini Keseharian Keluarga Pelaku Bom Surabaya di Medsos

Puji Kuswati bersama empat anaknya pada 2014 silam. (Facebook/Puji Kuswati)
13 Mei 2018 21:42 WIB Ginanjar Saputra Nasional Share :

Solopos.com, SURABAYA - Serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Minggu (14/5/2018) pagi, dilakukan satu keluarga yang terdiri atas satu pasang suami-istri bersama empat anaknya. Suami istri itu diketahui bernama Dita Prianto dan Puji Kuswati dan empat anaknya bernama Fadila Sari, 12, Pamela Riskita, 9, Yusuf Fadil, 18, dan Firman Halim, 16.

Di media sosial Facebook, keluarga terduga teroris yang melakukan serangan bom di tiga gereja di Kota Surabaya itu tampak akrab. Puji Kuswati yang beberapa kali mengunggah foto di akun Facebooknya tak jarang menerima komentar dari dua akan laki-lakinya, Yusuf Fadil dan Firman Halim.

Terpantau Solopos.com, Minggu (13/5/2018) malam, di dinding akun Facebook milik Puji Kuswati sudah lama tak ada unggahan. Unggahan terakhirnya merupakan foto hanyalah dua kucing yang sedang diberi makan pada 7 Oktober 2014 silam.

Namun demikian, Puji Kuswati sebelumnya kerap mengunggah foto bersama kedua anak perempuannya, Fadila Sari dan Pamela Riskita. Bahkan, foto profil di akun Facebook Puji Kuswati menggunakan foto salah satu anak perempuannya.

Di profil Facebook, Puji yang merupakan terduga teroris pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Kota Surabaya itu mengaku sebagai lulusan Akademi Keperawatan Rumah Sakit Islam (Akper RSI) Surabaya. Ia juga mengaku sebagai alumnus SMAN 1 Magetan.

Sementara itu, putra pertama pasangan Dita Prianto dan Puji Kuswati, Yusuf Fadil, terpantau kerap berbalas komentar dengan teman-temannya di Facebook. Berdasarkan beberapa foto di akun Facebooknya, ia juga tampak akrab dengan temannya di dunia nyata.

Sedikit berebeda dengan Yusuf, Firman Halim sebagai anak kedua dari pasangan Dita Prianto dan Puji Kuswati lebih suka membagikan kiriman terkait permainan komputer yang berhubungan dengan senjata api. Firman tampaknya sangat menyukai gim tersebut lantaran pernah beberapa kali menyatakan telah membeli komponen gim melalui layanan Steam.

Dikabarkan Solopos.com sebelumnya, Dita Priyanto melakukan bom bunuh diri di GPPS Arjuna, Kota Surabaya dengan menggunakan mobil Toyota Avanza. Sedangkan Puji Kuswati melakukan bom bunuh diri di GKI Jl. Diponegoro Surabaya bersama dua anak perempuannya, Fadila Sari dan Pamela Rizkita. Sementara Yusuf Fadil dan Firman Halim meledakkan bom di Gereja St Maria Tak Bercela, Kota Surabaya.