7 Cuitan Fadli Zon Soal Bom Surabaya, Terakhir Bikin Naik Pitam

Wakil DPR RI Fadli Zon (Instagram fadlizon)
13 Mei 2018 19:03 WIB Muhammad Rizal Fikri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA – Peristiwa pengeboman di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (18/11/2018) dikecam banyak pihak. Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, mengunggah serangkaian cuitan terkait pengeboman tersebut.

Berdasarkan penelusuran Solopos.com, Minggu sore pukul 15.30 WIB, Fadli Zon mengunggah tujuh cuitan yang merespons pengeboman di Surabaya. Fadli mengawali cuitan dengan kutukan terhadap tindakan teror. Ia menyebut tindakan tersebut biadab dan pengecut.

“1. Saya ikut mengutuk tindakan teror di lokasi 3 gereja di Surabaya. Itu tindakan biadab dan pengecut. Turut berduka cita pada para korban,” cuit @fadlizon.

Pria 46 tahun itu meminta pemerintah harus segera mengusut siapa saja di belakang aksi teror tersebut. Fadli menegaskan jangan sampai kasus teror ini seperti perkembangan kasus Novel Baswedan. “2. Harus segera diusut siapa saja dibelakang aksi teror tersebut. Pelaku dan dalangnya. Jangan sampai tak jelas seperti kasus Novel Baswedan,” cuit @fadlizon.

Tiga cuitan selanjutnya Fadli menegaskan aksi teror itu tidak mencerminkan ajaran agama Islam. Jangan sampai ada gerakan yang menyudutkan agama Islam. Ia juga meminta pihak manapun waspada dengan upaya adu domba dan saling curiga. Cara terbaik untuk menangkal adu domba adalah segera menangkap pelaku pengeboman.

“3. Tindakan teror di Surabaya tidak mencerminkan ajaran Islam yang menghormati setiap agapa dengan penuh toleransi dan kedamaian. Tidak ada paksaan dalam agama. 4. Harus juga waspada terhadap adu domba dan saling curiga di masyarakat. Cari segera pelaku di belakangnya. Kita ini bersaudara dalam NKRI. 5.Dalam peristiwa seperti ini, sering Islam dituduh. Jangan sampai ada ‘konspirasi’ menyudutkan Islam di Indonesia. Teror ini kontra ajaran Islam,” cuit Fadli.

Fadli sekali lagi meminta pemerintah harus mampu sesegera mungkin mengusut teror di Indonesia. Apa yang dimaksud Fadli termasuk dengan mengungkap secara transparan apa yang terjadi di Mako Brimob beberapa hari sebelumnya.

“6. Negara harus mampu mengusut teror ini segera. Termasuk apa yang terjadi sesungguhnya di Mako Brimob beberapa hari lalu. Transparan,” terang Fadli.

Di cuitan terakhir, Fadli menerangkan terorisme biasa berkembang di negara yang lemah pemimpinnya, mudah diintervensi, kemiskinan merajalela, dan banyak ketidakadilan.

“7. Terorisme biasanya berkembang di negara yang lemah pemimpinnya, mudah diintervensi, banyak kemiskinan dan ketimpangan, serta ketidakadilan yang nyata,” tutup Fadli.

 

Cuitan terakhir Fadli mengundang pro dan kontra di antara warganet. Seperti terpantau di fanpage Facebook Solopos.com, cuitan ketujuh itu memicu kecaman warganet untuk Fadli Zon. Ada yang meminta Fadli jangan menyalahkan pihak manapun, ada yang meminta Fadli berkaca karena DPR tak segera direvisi.

“Makanya diberesin itu RUU Terorisme, DPR kerja enggak duit minta banyak,” tulis Guntur Wibisono.

“Kalau dekat tak jepret pakai karet tuh mulutnya. Harusnya mikir donk, UU tentang Terorisme mana hasilnya udah di sahkan belum?” tulis Supriyadi.

“Mana rasa empatimu Fadli Zon? Jangan bikin masyarakat geram dan marah dengan statemen mu,” tulis Endro D’lapan Kosonk Lima.

 

Kolom 14 hours ago

Mengapa Ada Teror?