Dibuntuti dari Sukabumi, Detik-Detik 4 Teroris Cianjur Tewas Tertembak dalam Mobil

Ilustrasi garis polisi (www.witf.org)
13 Mei 2018 15:35 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Penembakan terhadap empat orang terduga terorisme di Terminal Pasir Hayam, Jl. Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Cilaku, Cianjur, diwarnai aksi pengejaran. Sebelum keempatnya tertembak mati, para terduga teroris itu melawan polisi yang mengejar.

Sebenarnya mereka telah dibuntuti oleh polisi setelah mengikuti pelatihan militer di Sukabumi. Dari lokasi pelatihan, mereka mengendarai sebuah mobil Honda Brio warna abu-abu dengan pelat nomor F 1416 UZ. Setibanya di kawasan Pasir Hayam, mereka menyadari sedang dibuntuti oleh polisi.

"Diduga telah mengetahui keberadaan petugas yang membuntuti, mereka melarikan diri masuk terminal. Maka polisi melakukan pengejaran. Saat akan diberhentikan, 4 terduga teror itu melawan ada yang mengacungkan senjata api. Polisi melakukan tindakan tegas, keempatnya tertembak karena melawan," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, di Jakarta, Minggu (13/5/2018) siang.

Mereka diduga terlibat latihan militer di Sukabumi untuk mempersiapkan penyerangan yang direncanakan kelopok Jamaah Anshorud Daulah (JAD) Jabodetabek pimoinan K dan JS (yang telah menjadi narapidana kasus terorisme). Menurut Setyo, serangan direncanakan akan menyasar kantor polisi dan pos polisi, termasuk Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

"[serangan dilakukan] Dengan cara hit and run, dengan senjata api, panah dan busur. Panahnya ada bomnya biar bisa meledak."

Setelah penangkapan di Cianjur, petugas melakukan pengejaran lanjut dan menangkap kembali seseorang berinisial G di Sukabumi. Kemudian, Densus menangkap satu orang lagi yang berinisial M di Cikarang, Bekasi.

"Barang bukti yang diamankan lengkap ada macam-macam. Ada senjata dan pelurunya, sekarang dari antiteror masih mengejar karena terindikasi sel-sel tidur mulai bangkit.