Donald Trump Ogah Diberi Nobel perdamaian

Donald Trump (Reuters)
12 Mei 2018 06:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, SOLO – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, merupakan kepala negara yang cukup mencuri perhatian dunia. Beberapa waktu lalu, Presiden Korea Selatan, Moon Jae In, mengusulkan agar Donald Trump dianugerahi Nobel Perdamaian. Pernyataan itu disampaikan Moon Jae In karena Donald Trump dianggap memiliki jasa besar meredakan hubungan Korea Utara dan Korea Selatan yang memanas.

Tapi, Nobel Perdamaian itu sama sekali tidak diinginkan oleh Donald Trump. Dia ingin mendapatkan penghargaan lain yang lebih bergengsi. "Semua orang berpikir saya layak mendapat Nobel Perdamaian. Tapi, saya sama sekali tidak setuju. Penghargaan yang saya inginkan sebenarnya adalah kemenangan bagi dunia," kata Donald Trump seperti dikutip dari CNN, Jumat (10/5/2018).

Donald Trump mengaku tengah fokus mencapai kesepakatan dengan Korea Utara. Seperti diketahui, dia dijadwalkan bertemu dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, 12 Juni 2018. Dia optimis pertemuan itu akan berjalan dengan lancar,

"Saya sedang fokus mempersiapkan diri bertemu Pemimpin Kortea Utara. Banyak hal yang mungkin terjadi pada pertemuan itu. Tapi, saya yakin kedua belah pihak bisa mencapai kesepakatan," sambung dia.

Diberitakan sebelumnya, pernyataan Moon Jae In dilontarkan setelah bertemu dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jog Un, Jumat (27/4/2018). Dia sangat berterima kasih kepada Donald Trump yang berkontribusi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Korea Utara dan Korea Selatan. Dalam pertemuan bersejarah itu, kedua pemimpin negara Korea ini bersepakat untuk mengakhiri perang dan bekerja sama mewujudkan semenanjung Korea bebas nuklir.

Usulan Moon Jae In itu ditentang oleh sejumlah pihak, salah satunya TJ Pempel, seorang profesor dari University of California Berkeley, Amerika Serikat. "Donald Trump layak mendapatkan penghargaan. Namun, tidak sebesar Nobel Perdamaian," kata TJ Pempel.