Gibran Kritik De Tjolomadoe

Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka (tengah), di acara Dolan Dolen di De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (12/5 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
12 Mei 2018 19:35 WIB Mahardini Nur Afifah Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, diundang sebagai pembicara tamu di sesi bincang-bincang platform digital pengumpul talenta kreatif, Kreavi. Acara bertajuk Kumpul Kreavi dengan tema Dolan Dolen itu digelar di De Tjolomadoe, Sabtu (12/5/2018).

Di sesi terakhir talkshow sebelum naik panggung bersama Chief Executive Kibar, Yansen Kamto, Gibran menemani motor usaha rintisan (start up) bidang teknologi itu berkeliling ke bekas pabrik gula yang kini disolek Sinergi BUMN menjadi pusat budaya, pertemuan, dan wisata sejarah itu.

Tokopedia

Gibran dan Yansen lalu ditanya pembawa acara kesannya serta pengalamannya menyambangi bekas pabrik gula bersejarah yang dirintis Mangkunagoro IV itu. “De Tjolomadoe  jangan cuma dijadikan tempat selfie. Percuma sudah dibangun sampai seperti ini,” jawabnya. “Ada pengelolanya enggak di sini?” tanyanya.

Yansen yang kala itu berbagi panggung dengan Gibran mengamini omongan pengusaha muda tersebut. “Tempat seperti ini bagus banget. Tadinya kami ingin bikin event di kampus. Tapi sama Mas Gibran  diajak ke sini,” katanya.

Gibran lantas membeberkan latar belakangnya memilih menjadi pengusaha ketimbang pegawai. Dia mengaku tidak suka diatur. Selain itu, bos katering Chilli Pari, martabak Markobar, jas hujan Tugas Negara Bos, dan usaha rintisan Madhang.id ini juga ingin membuka lapangan kerja dengan menjadi wirausaha.