Gunung Merapi Muntah, Apa Itu Erupsi Freatik?

Pengendara melintas di jalur Boyolali-Magelang berlatar belakang letusan freatik Gunung Merapi di Cepogo, Boyolali, Jateng, Jumat (11/5 - 2018). (Antara/Aloysius Jarot Nugroho)
12 Mei 2018 18:00 WIB Muhammad Rizal Fikri Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Erupsi Gunung Merapi Jumat (11/5/2018) pagi pukul 07.43 WIB melepaskan abu vulkanik dengan ketinggian kolom asap mencapai 5,5 km dari puncak Merapi. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan erupsi tersebut bersifat freatik dan tidak diikuti erupsi susulan. Tahukah Anda apa itu letusan freatik?

Dihimpun Solopos.com, Jumat siang, Wikipedia menjelaskan erupsi freatik bisa juga disebut dengan erupsi ledakan uap atau erupsi ultra vulcanian.Erupsi ini disebabkan oleh magma yang memanaskan air yang berada di lapisan tanah di atas magma. Suhu magma yang sangat tinggi itu memicu penguapan instan yang bisa memicu ledakan uap, air, debu, hingga batu.

Erupsi freatik biasanya didominasi uap, namun masih ada juga batuan-batuan kecil yang ikut meluncur bersama abu vulkanik. Namun dalam peristiwa ini jarang ada magma yang ikut keluar dari perut gunung.

Erupsi freatik bisa juga mengandung karbon dioksida (CO2) atau hidrogen sulfida (H2S). Gas pertama bisa menyebabkan penghirupnya mengalami sesak napas, sedangkan gas kedua adalah gas beracun yang bersifat korosif dan mudah terbakar.

Seperti diberitakan Solopos.com sebelumnya, tidak ada peningkatan aktivitas gempa di Gunung Merapi setelah erupsi freatik. Oleh karena itu status Merapi masih dianggap normal. Meski demikian warga diimbau tetap waspada, tenang, dan untuk sementara menghindari kawasan puncak.

Dikutip dari laman Volcano Live, ada beberapa letusan freatik yang memakan korban. Pada tahun 1979 salah satu kawah di Dataran Tinggi Dieng mengalami erupsi freatik. Gas beracun menewaskan kurang lebih 149 orang.

Kolom 16 hours ago

Kiri Zaman Kini