Mahathir Resmi Jadi PM Malaysia, Begini Kata Najib Razak

Pelantikan Mahathir Mohamad sebagai PM Malaysia, Kamis (10-5 - 2018). (Reuters/Lai Seng Sin)
11 Mei 2018 16:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, KUALA LUMPUR Mahathir Mohamad resmi dilantik menjadi Perdana Menteri Malaysia ketujuh, Kamis (10/5/2018) malam waktu setempat. Ketua Pakatan Harapan ini dilantik langsung oleh Raja Malaysia, Yang Dipertuan Agung XV Sultan Muhammad V, di Istana Negara, Kuala Lumpur.

Pelantikan Mahathir Mohamad mengakhiri ketidakpastian situasi politik seusai kekalahan Barisan Nasional yang berkuasa selama 60 tahun di Malaysia dalam pemilihan umum (pemilu), Rabu (9/5/2018). Dilansir Reuters, Mahathir Mohamad membaca sumpah jabatan dan sumpah rahasia langsung di hadapan Raja Malaysia.

Ramadan Ekstra - Promo Belanja Kebutuhan Lebaran 2018 - Tokopedia

Dalam salah satu sumpahnya, Mahathir Mohamad menyatakan akan jujur dan bersungguh-sungguh menjalankan jabatannya sebagai Perdana Menteri Malaysia. Setelah membacakan sumpah jabatan, Mahathir Mohamad menuliskan tanda tangan kemudian diakhiri pembacaan doa oleh mufti.

“Saya Mahathir bin Mohamad, setelah dilantik memegang jabatan Perdana Menteri dengan sesungguhnya bersumpah bahwa saya akan dengan jujur menunaikan kewajiban-kewajiban,” kata Mahathir Mohamad.

Kemenangan Mahathir Mohamad di Pemilu Malaysia 2018 disambut gembira oleh pendukung. Pria berusia 92 tahun ini akhirnya resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia, sekaligus yang tertua di dunia. Dalam pelantikannya, pria yang dijuluki sebagai Father of Modern Malaysia ini mengenakan busana tradisional khas Melayu.

Pelantikan itu molor dari biasanya. Biasanya, pelantikan Perdana Menteri Malaysia yang baru berlangsung pada pagi hari setelah pemilu berlangsung. Namun, kali ini pelantikan itu molor karena waktu penghitungan suara yang lambat.

Sementara itu, lawan Mahathir Mohamad, Najib Razak, dari Ketua Barisan Nasional mengatakan tidak ada partai yang menang mutlak, sehingga posisi Perdana Menteri Malaysia yang baru ditentukan langsung oleh Raja Malaysia.

Barisan Nasional yang dipimpin Najib Razak kali ini hanya mendapat 79 kursi atau turun 133 kursi dari pemilu sebelumnya. Sedangkan Pakatan Harapan mendapat 113 kursi atau naik dari 89 kursi pada pemilu sebelumnya.