160 Pendaki Berada di Puncak saat Merapi Erupsi

Gunung Merapi mengeluarkan asap tampak dari wilayah Boyolali, Jumat (11/5 - 2018) pagi. (Istimewa)
11 Mei 2018 15:15 WIB Akhmad Ludiyanto Nasional Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Sekitar 160 pendaki gunung berada di puncak saat terjadi letusan freatik Gunung Merapi, Jumat (11/5/2018) pagi. Mereka naik ke puncak Merapi lewat jalur Selo, Boyolali.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali Bambang Sinungharjo mengatakan tim sukarelawan Boyolali dari berbagai unsur langsung ditugaskan untuk mengevakuasi para pendaki tersebut.

“Memang ada 160 pendaki dan saat kami di basecamp Barameru sudah ada 40 orang yang turun dengan selamat dan yang lain juga masih proses turun. Kami siapkan ambulans dan sukarelawan untuk antisipasi,” ujarnya Jumat.

Sementara itu, sukarelawan Barameru, Jiyo, saat dihubungi melalui telepon sekitar pukul 13.30 WIB mengatakan saat itu sudah ada 80 pendaki Gunung Merapi  yang sampai di basecamp Barameru, Selo. “Sampai siang ini sudah ada 80 pendaki yang sampai di basecamp. Sisanya masih proses turun,” imbuh Jiyo yang akrab disapa Mbah Jay ini.

Di sisi lain, Bambang Sinungharjo menambahkan situasi warga yang berdekatan dengan puncak Merapi atau kawasan rawan bencana (KRB) aman dan mereka beraktivitas seperti biasa. KRB di Kecamatan Selo meliputi Klakah, Jrakah, dan Tlogolele; Kecamatan Musuk meliputi Desa Sangup dan Cluntang, serta Kecamatan Cepogo meliputi Desa Wonodoyo

“Tidak ada dampak di KRB dan masyarakat beraktivitas seperti biasa,” imbuh Sinung.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Solopos.com, di wilayah Boyolali tidak terjadi hujan abu  seperti yang terjadi di wilayah Sleman, DIY.



Kolom 14 hours ago

Mengapa Ada Teror?