Mentan: Komitmen dan Sinergisitas Penting untuk Sukseskan Sergap

Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kanan) berbincang dengan Ketua Umum Dewan Kopi Indonesia (Dekopi) Anton Apriyantono saat acara Pameran & Expo Kopi Nusantara 2018 di Tanggerang, Banten, Minggu (11/3 - 2018). (Bisnis/Abdullah Azzam)
11 Mei 2018 10:15 WIB Ivan Andimuhtarom Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Nakhoda baru Badan Urusan Logistik (Bulog), Komjen. (Purn.) Pol. Budi Waseso, melakukan rapat koordinasi kali pertama sejak ditetapkan sebagai Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Rabu (9/5/2018). Rapat koordinasi bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Kasad TNI yang diwakili Aster Kasad Mayjen TNI Supartodi tersebut membahas program Serap Gabah Petani (Sergap) dan Pengadaan 1000 Unit Dryer.

Mentan Amran Sulaiman memaparkan Sergap perlu dilaksanakan di delapan sentra produksi gabah nasional. Ia menekankan pentingnya komitmen dan sinergisitas antarlembaga yang bergerak di lapangan. Kementan menjadi regulator dan penanggung jawab pada sisi produksi. Kemudian Bulog sebagai operator harus mengambil peran dan tanggung jawab bersama.

Tokopedia

"Kita duduk disini bersama seluruh jajaran Pimpinan Kementerian dan unit pelaksana teknis di lapangan memenuhi undangan Kabulog agar konsolidasi dapat tercapai mulai dari bawah. Bahkan ditengah-tengah kita, hadir juga Pimpinan TNI AD, yang diwakili Aster Kasad, Mayjend. Supartodi. Beliau ini penanggung jawab dan pelaksana dilapangan," paparnya seperti siaran berita yang diterima Solopos.com, Jumat (11/5/2018).

Ia mengatakan kegiatan Sergap sudah tiga tahun dilaksanakan. Namun, hingga hari ini persoalan yang dihadapi belum tuntas. Bersama kabulog yang baru, ia optimistis program akan semakin baik. Ia menyebut adanya laporan angka serapan gabah dalam pekan pertama penugasan Kabulog baru mencapai 22.000 ton/hari walau pada Rabu data dari lapangan menunjukkan penurunan serapan gabah menjadi 17.000 ton.

"Kami yakin dengan kepemimpinan Kabulog baru, pasti semua berubah dan sinergitas akan terlaksana sehingga target Sergap sesuai arahan Bapak Presiden di Rakortas yaitu 2,2 juta ton beras dapat tercapai," kata dia.

Ia juga menyebut ketersediaan stok pangan untuk bulan Ramadhan dan Idul Fitri sampai saat ini aman. Tahun lalu, lanjutnya, stabilitas harga mendapat apresiasi terbaik dalam 10 tahun terakhir. Ia berharap tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu.

"Tidak ada alasan untuk tidak lebih baik, demi Merah Putih, mari kita bangun kerja sama yang saling mendukung," ujar mentan.

Dalam kesempatan itu Mentan Amran juga menunjukkan beberapa analisisi pasar yang abnormal, salah satunya yaitu selama ini indikator ketersediaan beras adalah terpenuhinya stok beras Bulog dan suplai ke Pasar Induk Beras Cipinang akan menurunkan harga. Faktanya, meski saat ini stok beras Bulog 1 juta ton dan suplai di Pasar Induk Beras Cipinang lebih dari 40.000 ton, harga tidak signifikan turun.

"Berarti ada yang salah dan harus diperbaiki," tuturnya.

Ia juga menyatakan dengan tegas, seluruh kebijakan yang diambil adalah sesuai instruksi Presiden. Ia siap mundur jika kebijakan memiliki unsur kepentingan pribadi.

"Kalau jajaran pejabat Kementan ada yang main-main, akan saya pecat dihadapan Bapak sekalian," kata dia tegas.

 Aster Kasad, Mayjen. TNI Supartodi, dalam paparannya menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan komitmen TNI menyukseskan program serap gabah petani serta swasembada pangan berdasarkan Perintah Panglima Tertinggi sesuai MoU dengan Kementan di Pangkalan Bun beberapa tahun lalu. "Kami optimistis, di bawah nakhoda Bulog yang baru, program serap gabah dan swasembada pangan akan lebih baik," tutur dia.

Sementara itu, Kabulog Komjen. (Purn.) Pol. Budi Waseso mengatakan akan bekerja lebih cepat. Bulog akan melaksanakan masukan dari Menteri Pertanian dan TNI. "Lihat aja nanti," ujarnya saat ditanya wartawan seusai acara.