Pusdalops PB DIY Pastikan Tak Ada Erupsi Susulan di Merapi

Gunung Merapi mengeluarkan asap tampak dari wilayah Boyolali, Jumat (11/5 - 2018) pagi. (Istimewa)
11 Mei 2018 09:57 WIB Suharsih Nasional Share :

Solopos.com, SLEMAN -- Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan erupsi freatik Gunung Merapi  pada Jumat (11/5/2018) pagi tidak diikuti erupsi susulan.

Berdasarkan laporannya mengenai situasi terkini erupsi Merapi, Pusdalops PB DIY menyampaikan setelah erupsi pada pukul 07:43 WIB dengan durasi kegempaan 5 menit, ketinggian kolom 5.500 m di atas puncak, yang bersifat freatik (didominasi uap air), tidak ada erupsi susulan.

"Sebelum erupsi freatik terjadi jaringan seismik Gunung Merapi  tidak merekam adanya peningkatan kegempaan, namun demikian sempat teramati peningkatan suhu kawah secara singkat pada pukul 06:00 WIB. Pascaerupsi kegempaan yang terekam tidak mengalami perubahan suhu kawah mengalami penurunan," tulis laporan tersebut.

Arah angin di ketinggian di atas 5.500 meter saat erupsi bergerak dari utara menuju selatan. Sedangkan cuaca pada umumnya cerah hingga berawan. Pantauan citra satelit cuaca RGB Himawari menunjukkan pergerakan sebaran abu vulkanik ke arah selatan-barat daya.

Hujan abu terjadi di wilayah Sleman, meliputi Kecamatan Tempel, Turi, Pakem, Cangkringan, Ngemplak, dan sebagian Kecamatan Sleman. Daerah wisata Kaliurang dan tempat wisata lereng Merapi untuk sementara ditutup

"Warga dihimbau tidak panik dengan kejadian tersebut. Jika ada perkembangan informasi, akan segera disampaikan. Jika terpaksa mengungsi, silakan mengungsi ke tempat yang sudah disediakan dan tetap tenang, sambil menunggu update informasi dari petugas," lanjut laporan tersebut.

Sementara itu Harianjogja.com melaporkan hujan abu terjadi di kawasan Cangkringan, Pakem dan Ngemplak, Kabupaten Sleman. Kawasan tersebut memang merupkan kecamatan terdekat dengan puncak Gunung Merapi.

Dede, seorang warga Harjobinangun, Pakem, Sleman mengungkapkan kawasan tersebut saat ini sudah turun hujan abu bercampur pasir. "Abunya campur pasir, cukup deras," katanya.

Hujan abu juga terjadi di kawasan perkotaan. Seperti di Jalan Kaliurang Km 21 Sleman. Hujan abu sangat tampak, bahkan sampai ke tanah, meski belum tebal.