Minta Anwar Ibrahim Dibebaskan, Mahatir Lalu Serahkan Jabatan PM Malaysia

Mahathir Mohamad dalam konferensi pers setelah kemenangannya di Pemilu Malaysia di Petaling Jaya, Kamis (10/5 - 2018). (Reuters / Lai Seng Sin)
10 Mei 2018 16:45 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Perdana Menteri (PM) terpilih Malaysia, Mahathir Mohamad, akan meminta pengampunan untuk pejuang reformasi mantan musuh bebuyutannya, Anwar Ibrahim, agar dapat kembali terjun ke dunia politik dan mengambil alih jabatannya kelak.

"Kami sepakat bahwa hal pertama yang akan kami lakukan adalah meminta bukan hanya pembebasannya, tapi juga pengampunan raja agar dia bisa ambil bagian dalam politik," ujar Mahathir kepada wartawansebagaimana dikutip CNN.com, Kamis (10/5/2018).

Mahathir mengatakan bahwa permintaan pengampunan ini pasti akan dilakukan sesuai dengan perjanjian dengan Pakatan Harapan, koalisi yang mengusungnya sebagai calon perdana menteri dalam pemilu Malaysia kemarin Rabu (9/5/2018).

Dalam perjanjian itu, Pakatan Harapan sepakat jika memenangkan pemilihan umum, Mahathir akan ditunjuk sebagai perdana menteri interim yang bakal menyerahkan tahtanya kepada Anwar setelah pendiri koalisi oposisi itu bebas dari tahanan.

Anwar dibui oleh rezim Najib Razak atas kasus sodomi, tuduhan sarat politik yang juga pernah digunakan oleh Mahathir untuk membungkam Anwar saat dia berkuasa satu dekade silam. Anwar sendiri akan bebas pada Juni ini.

Akan tetapi, dalam konstitusi Malaysia, seorang narapidana dilarang berpolitik dalam jangka waktu lima tahun setelah dibebaskan, kecuali mendapatkan pengampunan dari Yang Dipertuan Agong. Setelah mendeklarasikan kemenangan pada Kamis dini hari, Mahathir pun sudah memastikan akan memenuhi janji itu.

Pemilu kali ini pun menjadi tonggak sejarah bagi Malaysia. Bukan hanya karena persatuan kubu Mahathir dan Anwar, tapi juga kali pertama koalisi Barisan Nasional digulingkan sejak negara itu merdeka tahun 1957.