5 Polisi Korban Kerusuhan Rutan Brimob Alami Luka Mengerikan Akibat Senjata Tajam

Petugas Brimob berjaga di depan Mako Brimob pascabentrok antara petugas dengan tahanan di Depok, Rabu (9/5 - 2018). (Antara / Indrianto Eko Suwarso)
09 Mei 2018 21:48 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Hasil autopsi terhadap jenazah lima anggota kepolisian yang menjadi korban dalam kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Selasa (8/5/2018) malam, menunjukkan hal mengerikan. Kelima korban mengalami luka di berbagai anggota badan akibat senjata tajam.

Hal itu diungkapkan oleh Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol M Iqbal dalam konferensi pers di Mabes Polri, Rabu (9/5/2018) malam. Dari hasil autopsi oleh tim dokter Polri, muncul persamaan kondisi kelima korban, yaitu semuanya mengalami luka akibat senjata tajam di leher.

Tokopedia

"Dari 5 rekan yang gugur, mayoritas luka akibat senjata tajam di leher, dan lukanya sangat dalam," kata M Iqbal.

Selain luka akibat senjata tajam di leher, Iqbal juga mengungkapkan bahwa ada satu orang yang juga mengalami luka tembak di kepala. Mayoritas dari kelima polisi yang gugur mengalami luka di sekujur tubuh, di paha, lengan, dan jari akibat senjata tajam.

"Silakan rekan-rekna media menyimpulkan apakah ini perbuatan manusiawi atau tidak. Kami menghormati clue of law, yang kami kedepankan. Nanti yang berwenang melakukan autopsi, ini masuk projusticia, akan hadir di sini menyampaikan hasilnya kepada awak media," lanjut Iqbal.

Tim dokter yang telah melakukan autopsi akan menyampaikan hasil lengkap dalam waktu satu jam setelah konferensi ini. Pada kesempatan yang sama, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menambahkan ada satu anggota Polri yang gugur mengalami berbagai macam luka di tubuhnya.

Berdasarkan informasi yang diterima Solopos.com dari satu sumber, luka-luka yang ditemukan pada tubuh korban bervariasi. Ada luka yang terdapat di kepala seperti pipi, telinga, dagu, dan dahi. Selain itu, ada luka di kaki dan beberapa bagian tubuh lainnya.

Namun, baik Polri belum merilis bagaimana bisa senjata tajam bisa sampai ke tangan para napi/tahanan teroris. Apalagi, luka-luka yang timbul juga cukup dalam dan terbuka.

Hingga saat ini negosiasi masih dilakukan di Mako Brimob, khususnya lingkungan rutan tempat terjadinya insiden. Tim negosiasi, kata Iqbal, masih terus bekerja. "Ini bukti Polri mengedepankan upaya persuasif untuk mencegah korban yang lebih besar."

Namun, Iqbal menegaskan ada tahapan-tahapan yang akan dilakukan Polri dalam menangani kasus ini, termasuk untuk melakukan tindakan terakhir. "Tapi ada tahapan-tahapan sebagaimanan diatur SOP. Ada the last, yang paling akhir. Doakan saja rekan terbaik kami yang gugur menjalankan tugas negara diterima Allah SWT. Doakan saja kami bisa menuntaskan kasus ini," kata Iqbal tanpa menyebut apa langkah terakhir itu.