Anggap Tarif Kereta Bandara Solo-Jogja Kemahalan? Coba Dulu Gratis 3 Hari

Kereta yang akan dioperasikan di rute Bandara Adi Soemarmo/Stasiun Solo Balapan. (Istimewa)
09 Mei 2018 07:30 WIB Hijriyah Al Wakhidah Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VI/Yogyakarta menerapkan tarif yang jauh lebih tinggi pada rute Solo - Jogja untuk dua kereta rel diesel elektrik (KRDE) yang mulai beroperasi Jumat (11/5/2018). Tiket dibanderol Rp30.000 untuk rute Solo-Jogja atau hampir 4 kali lipat harga tiket KA Prameks yang hanya Rp8.000 untuk rute yang sama.

Namun, rangkaian kereta yang baru saja dipesan dari PT Industri Kereta Api (INKA) Madiun itu dijamin jauh lebih mewah dan aman. Harga tiket pun tak langsung diberlakukan dengan tarif tersebut. Marcomm Manager PT KAI Daop VI/Yogyakarta, Eko Budiyanto, kepada Solopos.com, Selasa (8/5/2018), mengatakan ada promo gratis selama tiga hari pertama.

Eko menjelaskan PT KAI bakal meresmikan operasional dua rangkaian KA BIAS untuk rute Prameks sebelum melayani rute kereta bandara pada Jumat besok sekitar pukul 08.00 WIB. Meskipun PT KAI sudah merumuskan tarif untuk KA BIAS namun PT KAI berencana memberikan program promo kepada pelanggan kereta api Solo-Jogja dengan menerapkan tarif Rp0 selama tiga hari operasional perdana.

"Itu baru rencana ya. Jadi tiga hari pertama nanti penumpang yang berkesempatan naik KA BIAS kami gratiskan terlebih dahulu apalagi ini juga baru masa uji coba," papar dia.

PT KAI berharap dengan program promo tarif Rp0 masyarakat Solo, Jogja, dan Kutoarjo akan antusias mencoba layanan KA BIAS. Untuk tiga hari pertama, KA BIAS akan menampung penumpang sejumlah kapasitas yang tersedia.

Dua rangkaian kereta yang sedianya dimanfaatkan untuk melayani rute kereta bandara, yakni Bandara Adi Soemarmo - Solo Balapan - Stasiun Tugu, akan dioperasikan terlebih dahulu untuk melayani rute Prambanan Ekspress (Prameks) Solo Balapan-Kutoarjo. Tiket KA yang diberi nama KA BIAS itupun direncanakan berlaku secara parsial yakni Solo-Jogja senilai Rp30.000/penumpang dan Solo-Kutoarjo Rp40.000/penumpang.

Seperti diketahui, KRDE yang terdiri dari empat gerbong tersebut berkapasitas 200 tempat duduk. Namun, untuk kondisi normal kapasitas dengan penumpang berdiri bisa sampai 393 penumpang, saat maksimum operasional bisa 492 penumpang, dan saat crush load bisa 589 penumpang.

Kolom 14 hours ago

Mengapa Ada Teror?