Pelaku Pembakaran Pos Polisi & Pengancam Sultan HB X Ditangkap di Bogor

Kericuhan saat mahasiswa berdemo Hari Buruh di Pertigaan UIN Sunan Kalijaga, Sleman, Selasa (1/5 - 2018). (Twitter/@elshinta_smg)
08 Mei 2018 21:40 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, BOGOR -- Kasus pembakaran pos polisi di Pertigaan UIN Sunan Kalijaga, Sleman, DIY, dan ancaman terhadap Sultan Hamengku Buwono (HB) X, mulai terungkap. Dua terduga pelaku ditangkap polisi di Bogor.

Dilansir Suara.com, mereka ditangkap saat berada di tempat aliansi buruh di Jl Pengadilan, Kota Bogor. Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Didik Purwanto mengatakan penangkapan terduga pelaku yakni HA dan DN itu dilakukan oleh Tim Resmob Polda DIY didampingi Satreskrim Polresta Bogor Kota pada Selasa (8/5/2018) pukul 01.30 WIB dini hari tadi.

"Atas permintaan temen-temen dari Resmob Polda DIY, maka kita lakukan back up dan melakukan pengintaian di lokasi," kata Didik, Selasa (8/5/2018).

Setelah melakukan pengintaian, polisi bergerak untuk melakukan penggerebekan terhadap kedua terduga pelaku. Setelah ditangkap, mereka langsung dibawa ke Polda DIY untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Tidak ada perlawanan dari keduanya saat dilakukan penangkapan. Kedua pelaku langsung diamankan oleh temen-temen dari Polda DIY," jelas Didik.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, demonstrasi memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2018 di Pertigaan UIN Sunan Kalijaga, Caturtunggal, Depok, Sleman, Selasa (1/5/2018) sore, berakhir dengan kericuhan. Akibatnya sejumlah aktivis ditangkap polisi.

Tidak hanya membakar Pos Polantas dengan bom molotov, sejumlah peserta aksi pada Selasa sore juga menuliskan kalimat bernada ancaman terhadap Sultan HB X dengan tulisan "Bunuh Sultan" di papan baliho yang tidak jauh dari Pos Polantas. Hal itu yang kemudian turut menyulut kemarahan warga di sekitar kawasan itu untuk ikut membubarkan aksi.

 "Selain menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut, kami juga mengamankan dan menyita barang bukti berupa 55 botol molotov, empat petasan, empat plastik berisi solar bahan bakar molotov, batu, pentungan kayu dan besi, dan cat semprot," kata Direktur Reserse Umum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo di Mapolda DIY, Rabu (2/5/2018).

Sumber : Suara.com, Harian Jogja